Amilia Agustin (18) adalah salah satu siswi SMA yang berasal dari Bandung. Berbeda dengan kebanyakan orang, remaja yang akrab disapa Ami ini malah bersahabat dengan sampah, bahkan memanfaatkannya.
Sebagai anak muda, Ami merasa miris melihat dengan banyaknya sampah yang ada di Indonesia, khususnya kota Bandung, tempat tinggalnya. Ami merasa ingin melakukan suatu perubahan melalui sampah-sampah yang ada, terutama sampah non organik.
"Ami tidak suka dengan banyak sampah. Makanya itu Ami ingin mengubah sampah-sampah itu jadi hal yang bisa dimanfaatkan," ujar Ami saat ditemui pada acara Bincang Inspiratif dalam rangka Kick Off SATU Indonesia Awards 2014 di fX lifestyle X'nter, Jl. Jend Sudirman, Jakarta Pusat, dan ditulis pada Kamis (6/3/2014).
Ami bercerita bahwa awalnya ia punya gagasan seperti ini dikarenakan ia melihat seorang kakek yang membawa gerobak sampah lalu memakan makanan sisa yang berasal dari gerobak sampah tersebut. Ami yang saat itu masih berstatus sebagai siswi SMP, merasa miris dan sedih melihatnya.
"Saat itu Ami mikir, kalau sampai kakek itu sakit atau kenapa-napa, Ami pun ikut berdosa karena membiarkan kakek itu memakan makanan sampah. Maka dari itu Ami mengajak teman-teman untuk bikin kegiatan mengolah sampah," tutur Ami yang berhasil mendapat apresiasi dari SATU Indonesia Awards pada tahun 2010 berkat program perubahan pemanfaatan sampah ini.
Berawal dari itulah akhirnya Ami bersama teman-temannya membuat program Go To Zero Waste School yang diajukan kepada Young Changemakers dari Ashoka Indonesia. Dan ternyata, program mereka pun disetujui.
"Memang tidak mudah, karena Ami sendiri sebelumnya tidak tahu bagaimana cara mengolah sampah. Apalagi dalam pelaksanaannya ini, Ami sempat diejek teman-teman (yang tidak ikut dalam program) sampai membuat Ami nyaris menyerah," kenang Ami.
Dengan semangat dan niat tulus yang Ami tekadkan untuk membuat perubahan, Ami pun terus melanjutkan programnya ini. Dan jadilah hingga saat ini, Ami berhasil mengembangkan program Go To Zero Waste School ini.
Sampah-sampah yang Ami kelola tidak hanya sampah non organik, melainkan juga sampah organik, tetrapak, dan kertas. Ami mengaku tidak takut kotor atau jatuh sakit karena mengelola sampah-sampah tersebut, karena proses pengumpulan sampahnya pun tidak sembarangan dan terkelola dengan baik.
Kampanye Ami untuk cinta lingkungan tidak berhenti sampai program ini saja. Ami bersama teman-temannya pun membuat gerakan Bandung Bercerita, di mana tujuannya adalah untuk meningkatkan wawasan akan peduli lingkungan kepada siswa-siswi dari sekolah dasar. Ami pun mempunyai rencana nantinya untuk melakukan kampanye serupa namun melalui kegiatan seni musik di panti asuhan yang ada di Bandung.
"Dimulai dari hal-hal kecil, namun jika dilatih sejak usia dini dan terus-menerus, maka ini akan menjadi budaya," ujar Ami bijak.











































