Ini Jenis Terapi yang Dilakukan Dokter untuk Menghentikan Kecanduan Rokok

Serba-serbi Rokok Elektrik

Ini Jenis Terapi yang Dilakukan Dokter untuk Menghentikan Kecanduan Rokok

- detikHealth
Kamis, 06 Mar 2014 17:50 WIB
Ini Jenis Terapi yang Dilakukan Dokter untuk Menghentikan Kecanduan Rokok
foto: Uyung/detikHealth
Jakarta - Efektivitas penggunaan rokok elektrik sebagai alat untuk membantu proses menghilangkan kecanduan rokok seseorang sudah dibantah oleh dokter. Lalu bagaimana dokter dapat menghentikan kecanduan rokok tersebut?

dr Tribowo Ginting, Sp.KJ mengatakan ada dua jenis terapi yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kecanduan rokok seseorang. Terapi pertama menggunakan obat, sedangkan terapi kedua adalah terapi perilaku.

"Terapi obat adalah proses berhenti merokok dengan menggunakan obat. Obat tersebut akan bekerja dengan cara menutup sensor yang peka akan dikotin di otak seseorang, sehingga ia tak lagi merasa butuh dan kecanduan nikotin," ujar dr Tribowo ketika dihubungi detikHealth dan ditulis pada Kamis (6/3/2014).

Sedangkan terapi perilaku adalah pengobatan merokok berdasarkan ilmu psikiatri dan psikologi. Hal pertama yang harus dicari adalah penyebab orang tersebut merokok. Jika diketahui penyebabnya, proses penyembuhan akan berjalan lebih mudah.

Dokter di Klinik Berhenti Merokok RSUP Persahabatan tersebut mengatakan beberapa penyebab orang merokok antara lain ingin coba-coba, permasalahan keluarga, hingga pengaruh lingkungan.

"Jadi ketika sudah diketahui penyebabnya, baru kita terapi. Misalnya dengan mengajarkan bagaimana menolak ajakan untuk merokok atau mengajarkan kebiasaan-kebiasaan lain sebagai pengganti merokok," papar dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Nah, untuk membantu Anda berhenti merokok, detikHealth punya beberapa cara yang dirangkum dari berbagai sumber. Cara tersebut antara lain:

1. Berhenti seketika
Hari ini Anda masih merokok, besoknya berhenti sama sekali. Bagi kebanyakan orang, cara inilah yang paling berhasil dilakukan.

2. Penundaan
Tundalah saat merokok. Misalnya pada hari pertama upaya berhenti, rokok pertama dihisap satu jam setelah buka puasa, jangan saat berbuka tiba langsung merokok. Besoknya, rokok pertama dihisap dua jam setelah berbuka. Lusa, rokok pertama dihisap tiga jam setelah berbuka. Lalu, esoknya empat jam sesudah berbuka dan baru keesokan harinya tidak merokok sama sekali. Masing-masing waktu penundaan bisa juga dilakukan berselang dua hari.

3. Pengurangan
Setiap hari, jumlah rokok yang dihisap dikurangi secara berangsur-angsur dengan jumlah yang sama sampai nol batang pada hari yang ditetapkan. Misalnya hari pertama 10 batang, lalu selang satu atau dua hari berkurang menjadi 8 batang dan seterusnya.

(vit/vit)

Berita Terkait