Membawa Pesan 'Love Life', Kakek 67 Tahun Berjalan Kaki Sejauh 54.717 Km

Membawa Pesan 'Love Life', Kakek 67 Tahun Berjalan Kaki Sejauh 54.717 Km

- detikHealth
Jumat, 07 Mar 2014 12:35 WIB
Membawa Pesan Love Life, Kakek 67 Tahun Berjalan Kaki Sejauh 54.717 Km
Steve Fugate (Foto: Love Life Walk/facebook)
Jakarta - 14 Tahun yang lalu, Steve Fugate mulai berjalan kaki melintasi seluruh Amerika, sebagai terapi setelah kehilangan anak-anak kesayangannya. Melewati 21 negara bagian, kakek berusia 67 tahun ini diperkirakan sudah berjalan kaki sejauh 34 ribu mil atau 54.717 km.

Steve Fugate (67), yang berasal dari Florida, sebenarnya tidak pernah benar-benar menyukai jalan kaki. Tetapi ia menemukan itu menjadi cara yang bagus untuk menyebarkan pesan cinta 'Love Life' setelah ia kehilangan kedua anaknya.

"Kakiku membengkak, lutut saya sakit, kaki saya sakit. Saya tidak suka berjalan kaki. Tapi saya melakukannya khusus untuk suatu alasan," ujar Fugate, seperti dikutip dari Odditycentral, Jumat (7/3/2014).

Tahun 1999 merupakan tahun yang sangat sulit bagi Fugate. Pernikahannya gagal dan bisnisnya sedang mengalami penurunan. Yang lebih buruk lagi, putranya Stevie (26), dihukum karena mengemudi dalam keadaan mabuk. Ingin melepaskan beban, Fugate pun memutuskan untuk pergi trekking di Appalachian Trail dengan jarak tempuh 2.167 mil, meninggalkan sang anak dengan tanggung jawab mengurus bisnisnya.

Sayangnya, Stevie muda juga berurusan dengan beberapa masalah serius pada waktu itu dan akhirnya nekad bunuh diri. Fugate menerima berita tragis karena saat itu ia tengah berjalan melalui Pennsylvania.

"Ketika dia menodongkan pistol ke mulutnya dan menarik pelatuknya, dia juga mengakhiri hidup saya," kata sang ayah patah hati.

Setelah periode berduka yang singkat, Fugate mengambil keputusan untuk menyelesaikan perjalanannya. Ini ternyata menjadi keputusan yang mengubah hidup. "Ketika saya masih di luar sana, sesuatu terjadi pada saya. Saya tidak bisa membayangkan manusia lainnya akan melalui apa yang saya lakukan. Itu akan mengubah seluruh hidup Anda," kata Fugate.

Tapi masalah Fugate masih jauh dari selesai. Pada tahun 2005, tragedi menyerang lagi. Kali ini ia kehilangan putrinya karena overdosis obat yang dimaksudkan untuk mengobati multiple sclerosis. Saat itulah ia benar-benar mengakhiri bisnis dan melakukan jalan kaki sebagai terapi, yang ia sebut 'Trail Therapy'.

Awalnya Fugate sempat mencoba setiap terapi kelompok yang ada, tapi tidak ada yang berhasil. Karena itulah, ia memutuskan untuk jalan kaki melintasi seluruh Amerika. Fugate juga pernah mendirikan sebuah organisasi non-profit untuk menerima sumbangan terhadap perjuangannya. Tapi dia segera berhenti. Sekarang dia menolak untuk menerima sumbangan apapun. Dia hanya berjalan kaki untuk meningkatkan kesadaran tentang depresi dan bunuh diri, dan mendorong orang untuk lebih mencintai hidup mereka.

"Saya sudah kehilangan kedua anak saya. Jika saya bisa mencintai hidup saya, siapa pun bisa. Anda dapat melakukan apapun yang Anda inginkan dalam hidup ini kecuali menyakiti orang lain. Anda juga tidak diizinkan untuk mengambil hidup Anda sendiri. Hidup tidak hanya milik Anda. (Bunuh diri) tidak menyingkirkan rasa sakit Anda," pesannya.

Selama perjalanannya menyebarkan pesan cinta, Fugate tidak tahu berapa banyak orang yang sudah diselamatkannya dari tindakan bunuh diri. Yang jelas, pesan 'Love Life' yang dibawanya telah mengajak banyak orang untuk lebih mencintai hidup mereka dan orang-orang di sekitarnya.

Selama di perjalanan, beberapa orang memberinya makanan dan air, ada juga yang menawarkan uang. Tapi ia tidak pernah meminta uang, satu-satunya yang ia minta adalah sebotol air atau tempat untuk isi ulang baterai peralatan elektroniknya, seperti ponsel dan laptop. Dia mengaku perlu gadget untuk dapat posting tentang perjalanannya pada halaman Facebook. Fugate memiliki lebih dari 5.000 teman dan ia juga menjalankan sebuah situs web disebut Trailtherapy.com.





(mer/vit)

Berita Terkait