"Identifikasi orang-orang seperti ini sangat penting untuk memahami dasar musik yakni bagaimana serangkaian not sebuah musik diterjemahkan dalam bentuk emosi seseorang," papar salah satu peneliti Josep Marco-Pallares dari University of Barcelona.
Dalam studinya, Josep dan tim menemukan petunjuk tentang bentuk anhedonia atau tidak bisa menikmati musik setelah membagikan kuesioner untuk melihat pemahaman individu terkait penghargaan musik. Mereka menemukan beberapa orang memiliki sensitivititas yang rendah terhadap musik dan mereka lebih tertarik pada penghargaan di bidang lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua tugas itu terbukti melibatkan sirkuit neural dan menghasilkan dopamin. Kami juga melihat respons konduktansi kulit dan denyut jantung sebagai indikator fisiologis emosi," jelas Jacob seperti dikutip dari MedicalXpress, Sabtu (8/3/2014).
Menurut Jacob, hasilnya jelas bahwa beberapa orang yang sehat dan bahagia pun ada yang tidak menikmati musik dan tidak merespons alunan musik saat mereka mendengarkan. Misalnya dengan menggerakkan bagian tubuhnya. Sedangkan, meski diberi hadiah uang, peserta yang tidak tertarik pada musik tak terlalu antusias memilih penyanyi sebagai nominator penghargaan.
"Jelas bahwa sistem reward yang didapat seseorang dipengaruhi juga dengan kesenangan mereka terhadap hal itu. Meski besar, orang enggan mencapai reward tersebut jika ia tak memiliki ketertarikan dalam bidangnya," terang Jacob.
(rdn/vit)











































