Senin, 10 Mar 2014 08:53 WIB

Peringatan Kemenkes: Rokok Elektrik Memberi 'Rasa Aman Semu'

- detikHealth
rokok elektrik (dok. Reza/detikHealth)
Jakarta - Karena tidak menimbulkan asap, beberapa orang menganggap rokok elektrik lebih aman dibandingkan rokok tembakau. Kementerian Kesehatan mengingatkan, 'rasa aman semu' atau 'illusive safety' tersebut justru bisa membahayakan.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kemenkes, Prof Tjandra Yoga Aditama, SpP(K) dalam rilisnya kepada wartawan menyebut beberapa kandungan berbahaya dalam rokok elektrik. Di antaranya adalah nikotin yang tetap memicu adiksi atau kecanduan meski tidak dibakar.

"Alat ini (rokok elektrik) adalah cara baru memasukkan nikotin dalam tubuh," komentar Prof Tjandra terkait risiko adiksi pada rokok elektrik, dikutip dari rilisnya, seperti ditulis pada Senin (10/3/2014).

Selain memicu adiksi, kandungan nikotin dalam rokok elektrik juga menyebabkan peningkatan adrenalin dan tekanan darah. Prof Tjandra menambahkan, pernah pula ditemukan kasus keracunan nikotin akut yang pernah menyebabkan kematian pada anak.

Risiko pada perokok pasif juga menjadi perhatian Prof Tjandra. Meski tidak menimbulkan asap seperti halnya rokok tembakau, rokok elektrik yang sering pula disebut Electronic cigarettes (ECs) atau Electronic Nicotine Delivery System (ENDS) tetap mengeluarkan emisi berbahaya.

"Efek terhadap orang lain atau second hand smoke tetap ada, mengingat penggunaan ENDS menghasilkan emisi partikel halus nikotin dan zat-zat berbahaya lainnya ke udara di ruang tertutup," tegas Prof Tjandra.

Di samping nikotin, kandungan berbahaya lain yang terkandung dalam rokok elektrik antara lain sebagai berikut, seperti diungkap oleh FDA dan German Cancer Research Center:

- Konsentrasi tinggi propylene glycol (zat penyebab iritasi jika dihirup)
- Beberapa produk mengandung diethylene glycol, zat kimia yg pernah digunakan untuk meracuni (hasil tes oleh FDA)
- Zat beracun terhadap sel tubuh dengan kadar menengah hingga tinggi dari zat pemberi rasa atau 'flavor'
- Nitrosamin (penyebab kanker)
- Logam beracun (cadmium, nickel, dan timbal)
- Carbonyl: formaldehyde, acetaldehyde dan acrolein (penyebab kanker)
- Komponen organik yang mudah menguap dan rusak di suhu ruang: toluene dan 'm, p-xylene' (bersifat racun).

"Dikarenakan tidak menghasilkan 'asap' yang merupakan akibat dibakarnya tembakau, ENDS dianggap atau dipersepsikan lebih aman dibandingkan rokok oleh konsumen!" tegas Prof Tjandra mengingatkan.



(up/vit)
News Feed