Seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (10/3/2014), sebuah penelitian menemukan bahwa rasa marah dan terganggu akan membantu manusia dalam menurunkan berat badannya. Saat marah atau merasa terganggu, hal tersebut akan membantu membakar kalori di dalam tubuh. Selain itu, pengekspresian kemarahan atau kekesalan juga disebut dapat mengurangi jumlah konsumsi makanan.
Dalam penelitiannya, peneliti melakukan tes ujicoba terhadap sikap yang ditunjukkan oleh manusia. Dan didapat hasil ketika orang tersebut merasa terganggu, maka akan berpengaruh kepada berat badannya. Cindy Chan, peneliti yang memimpin penelitian ini mengungkapkan, "Ekpresi kekesalan ataupun kemarahan yang ditunjukkan oleh seseorang akan mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi."
Senada dengan apa yang diungkapkan Cindy Chan, para peneliti di Pennysylvania, Duke, serta peneliti dari Universitas Colorado juga menuturkan hal yang sama. Menurut mereka, fakta psikologis yang terjadi adalah ketika seseorang marah maka akan meninggalkan 'rasa' yang tidak enak di dalam mulut mereka
"Secara tidak sadar, orang-orang akan meminum kopi lebih sedikit disaat mereka membaca koran dengan topik mengenai penipuan atau pelanggaran yang terasa mengganggu mereka," ujar salah seorang peneliti.
Dalam penelitian terpisah, peneliti melakukan penelitian terhadap orang-orang yang diberikan minuman berupa susu coklat bersamaan dengan waktu yang diberikan untuk menonton sebuah film yang dipercaya dapat memberikan efek yang secara psikologis sedikit menganggu mereka. Dan hasilnya didapat bahwa kebanyakan dari mereka sama sekali tidak meminum susu tersebut. Sedangkan sisanya hanya meminum sepertiga dari susu tersebut.
Dampak penurunan berat badan yang diitimbulkan dari ekspresi kemarahan ini memang cukup mengejutkan. Karena selama ini banyak orang yang lebih beranggapan bahwa ketika marah, orang malah akan meningkat nafsu makannya.
(vit/vit)










































