"Saya takut, mungkin saja gigitannya mengandung racun dan saya akan meninggal," kata Caroline seperti dikutip dari Mirror, Senin (10/3/2014).
Ibu empat anak ini menuturkan, saat terbangun dari tidur ular sepanjang 121 cm itu sudah berbaring di dadanya. Ular berjenis California Kingsnake itu benar-benar membuatnya ketakutan.
"Mulanya saya pikir anak-anak sedang mengerjai saya. Tapi saya ketakutan setengah mati ketika melihat ular itu bergerak," lanjur Caroline yang tinggal di Guardbridge itu.
Saat Caroline menjerit, mungkin ular itu kaget, sehingga langsung menggigit payudara ibu tersebut. Gigitan ular itu meninggalkan bekas berupa semacam dua tusukan di dadanya. Caroline pun masih merasa kesakitan dengan gigitan itu. Sementara anak-anaknya yang mendengar teriakan Caroline segera mengambil foto melalui ponselnya.
Si tetangga yang merupakan pemilik ular, Gareth Niven, bergegas datang ke rumah keluarga Griffin begitu mendengar teriakan keras. Kepada Caroline dan keluarganya, Gareth meyakinkan ular peliharaannya yang diberi nama Hiss itu tidak berbisa.
Gareth sendiri mengaku sudah enam bulan tidak melihat ularnya. "Dia tidak pernah menggigit seseorang sebelumnya dan mungkin bereaksi terhadap teriakan Caroline," ucap pria 21 tahun itu.
Ketika seseorang digigit ular, yang pertama kali harus dilakukan adalah memastikan jenis ularnya. Jika ada bekas taring, maka dipastikan yang menggigit adalah ular berbisa sehingga korbannya harus segera mendapat pertolongan pertama.
Selain ada bekas taring, ciri lain dari gigitan ular berbisa adalah munculnya rasa nyeri disertai perubahan warna pada lokasi gigitan dalam beberapa saat usai digigit. Dalam 10-15 menit, gejala lain yang menyertai adalah mual-muntah, pusing, gelisah dan kadang-kadang sesak.
Pertolongan pertama untuk korban gigitan ular
1. Jangan panik. Tidak semua gigitan ular mengandung bisa yang berbahaya, bahkan meski yang menggigit adalah spesies ular berbisa.
2. Kurangi gerak. Setiap gerakan yang tidak perlu hanya akan menyebabkan bisa ular menyebar lebih luas melalui peredaran darah. Usahakan untuk tetap diam, sebisa mungkin gunakan alat transportasi dan jangan berjalan kaki untuk mencapai lokasi yang menyediakan pertolongan pertama.
3. Cuci bekas gigitan. Jika ada, gunakan sabun dan air matang untuk membersihkan luka sesegera mungkin.
4. Cuci mata jika kena semburan bisa. Beberapa spesies ular kobra yang hidup di Asia dan Afrika mampu menyemburkan bisa mematikan tanpa harus menggigit korban. Jika semburan ini mengenai mata atau lapisan mukosa tipis lainnya, segera cuci dengan air bersih.
5. Ikat kuat-kuat daerah di sekitar luka. Ikatan yang kuat di sekitar bekas gigitan dapat menghambat penyebaran racun sampai mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Namun untuk gigitan ular derik yang racun atau bisanya sangat kuat, risiko kerusakan jaringan pada lokasi gigitan justru akan meningkat jika diikat.
6. Bawa ke dokter secepat mungkin. Serum anti bisa ular bisa didapatkan di puskesmas atau tempat praktik dokter. Jika dalam perjalanan korban muntah-muntah, tempatkan dalam posisi duduk atau berbaring untuk memastikan muntahannya tidak menyumbat saluran napas.
7. Jangan suntikkan antiracun sendiri. Injeksi antiracun memang dibutuhkan dengan segera, namun sebaiknya tetap dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan yang terampil. Adanya pengotor pada alat suntik terkadang malah dapat membahayakan pasien.
(vit/mer)











































