Mereka adalah para kanibal Aghori yang tinggal di tepi Sungai Gangga, India Utara. Tak hanya dimakan, mayat-mayat itu juga digunakan sebagai alas tidur para kanibal. Jika Anda melihat ada debu-debu putih keabu-abuan di tubuh para pria tersebut, itu adalah abu jasad manusia yang dikremasi dan ditaburkan di tubuhnya.
Kelompok ini memang hanya makan daging orang yang sudah meninggal. Meski demikian, kelompok ini ditakuti oleh penduduk setempat. Demikian dikutip dari Mirror, Senin (10/3/2014).
Fotografer asal Irlandia, Darragh Mason, menghabiskan waktunya untuk lebih dekat dengan kelompok ini. Dia mengabadikan kegiatan anggota kelompok tersebut melalui jepretan-jepretan kameranya.
"Mereka dikenal suka menarik mayat dari Sungai Gangga dan kemudian memakannya," terang Darragh. Dalam kepercayaan setempat, ada lima jenis mayat yang tak bisa dikremasi yaitu orang suci, anak-anak, wanita hamil atau belum menikah, dan orang meninggal karena kusta atau gigitan ular, yang mana mayat tersebut dibiarkan mengapung di sungai Gangga.
Mereka juga mengambil tengkorak dan tulang-belulang manusia dari tempat kremasi. Tujuannya adalah untuk digunakan sebagai ritual. Kelompok ini percaya bahwa kekuatan berasal dari orang yang sudah meninggal.
"Suatu ketika mereka mencoba menyuruh saya meminum air dari Sungai Gangga dengan menggunakan tengkorak. Tapi air diambil dari tempat kremasi yang jaraknya sekitar dua meter, sehingga saya tidak bisa meminumnya," papar Darragh.
Cara hidup sekelompok manusia dalam kelompok tersebut memang unik. Tak heran beberapa orang dari luar tertarik untuk melihat dari dekat aktivitas kelompok tersebut. Kelompok ini dianggap pula sebagai yang terendah di masyarakat karena tidak mengenakan pakaian yang layak dan rambutnya kusut masai.
Meskipun kelompok ini terkenal dengan reputasi yang menyeramkan, namun mereka terlibat dalam kegiatan amal di komunitas lokalnya. Mereka telah mendirikan sebuah koloni penderita kusta, di mana 99.045 pasien kusta telah disembuhkan. Sementara itu 147.503 orang dengan kusta parsial juga telah disembuhkan di sini.
Terlepas dari tradisi yang ada, namun kanibal berisiko terjangkit penyakit yang bisa muncul akibat kebiasaan tersebut, seperti penyakit Kuru. Penyakit aneh ini biasanya dimulai dengan kehilangan koordinasi sehingga membuatnya goyah saat berjalan, lalu diikuti dengan gejala lainnya seperti timbul tremor, sakit kepala, nyeri sendi, kehilangan nafsu makan serta perubahan suasana hati yang parah.
(vit/mer)











































