John baru saja merayakan ulang tahunnya ke-40. Meski sudah cukup berumur, namun John belum bisa menghilangkan kebiasaannya menggigiti kuku. Dia dilarikan ke rumah sakit setelah terkena serangan jantung usai mengigiti kukunya hingga berdarah-darah. Dua pekan kemudian, John menghembuskan napas terakhirnya. Demikian dikutip dari Mirror, Rabu (12/3/2014).
Dokter meyakini John memiliki kebiasaan menggigiti kuku yang sangat ekstrem. Akibat kebiasaan ekstremnya itu, dia menjadi kebal terhadap rasa sakit. Tak hanya itu, kabarnya John juga mendapat perawatan karena kecemasan dan depresi di tahun-tahun terakhir menjelang kematiannya. Kecemasan dan depresi itu membuatnya semakin sering menggigiti kuku. Kesehatan John juga memburuk akibat diabetes yang diidapnya.
Dokter yang memeriksa John, dr Daniel Vernon menjelaskan kuku John sudah lama berada dalam kondisi yang tidak baik. Hal ini membuatnya kehilangan rasa dan sensasi di sekitar kukunya.
Dokter percaya kondisi John memburuk setelah pria itu menjadi kebal terhadap rasa sakit yang dideritanya. "Kuku John selalu dalam kondisi yang buruk dan sering berdarah ketika ia datang ke dokter," ucapnya.
Petugas koroner pada persidangan di Bolton mendengar penjelasan bagaimana John menjalani pembedahan untuk pengangkatan ujung jarinya yang parah, delapan hari setelah dirawat ke rumah sakit. Sebelum prosedur itu, ia diobati dengan antibiotik intravena. Staf medis pun melakukan pemantauan setiap hari untuk melihat apakah kondisinya membaik.
Kepada petugas John mengatakan ingin segera sembuh. Meskipun proses penyembuhannya berjalan lambat, namun terdapat peningkatan. Karena itu konsultan orthopaedi, Chye Ng, mengatakan dirinya shock dengan kematian mendadak pasiennya. "Kematian John Gardener benar-benar membuat terkejut tim," ujarnya.
Di pengadilan diketahui pula bahwa pada tahun 2011 John juga menjalani operasi untuk mengamputasi kaki kanan bawah setelah ia mengalami borok kaki, masalah yang biasa dihadapi pasien diabetes.
Petugas koroner, Alan Walsh menyebut kematian John pasti membuat sedih banyak orang, apalagi terjadi tiba-tiba. Namun dia yakin John memiliki kehidupan yang sulit setelah didiagnosa penyakit diabetes. "Apalagi dia punya masalah dengan ulkus kaki dan masalah lain setelah operasi karena hal ini," ucap Alan.
Juru bicara Wrightington Wigan dan Leigh Hospital Trust pun menyampaikan dukacita atas apa yang terjadi pada John. Pihak RS menegaskan selalu memberikan perawatan yang aman, efektif, dan penuh kasih. "Hal ini jelas dari bukti-bukti yang diberikan pada pemeriksaan bahwa dia menerima perawatan standar tinggi sepanjang waktu selama berada di bawah perawatan kami," katanya.
Sang ibunda, Jean Gardener (60) menyatakan seharusnya bisa dilakukan hal-hal lain untuk mencegah kematian tragis anaknya. "Ini benar-benar menghantam keluarga kami dengan keras. Mungkin seharusnya ada yang bisa dilakukan lebih banyak untuk membantunya," tutur Jean.
"Saya nggak mau ini terjadi pada anak orang lain. Soalnya ini benar-benar menghancurkan," imbuhnya.
(vit/mer)











































