"YKI DKI ingin merintis pengembangan Pusat Pelatihan Perawatan Paliatif sebagai salah satu program utama di 5 tahun mendatang," kata Veronica, Ketua YKI DKI yang juga istri Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta Utara, Kamis (13/3/2014).
Pusat pelatihan ini akan menjadi tempat bagi para dokter maupun tenaga kesehatan lainya yang menangani pasien kanker, untuk lebih memahami konsep perawatan paliatif. Bukan itu saja, diharapkan nantinya juga bisa menjadi pusat data dan informasi tentang kanker.
Mengenai perawatan paliatif sendiri, penasehat YKI DKI, Dr dr Aru Sudoyo, SpPD-KHOM meluruskan beberapa hal yang sering dipahami secara keliru. Misalnya bahwa perawatan semacam itu hanya dibutuhkan oleh pasien kanker stadium akhir atau terminal.
"Perawatan paliatif dibutuhkan sejak tahap awal. Mulai sejak diagnosis, pasien kanker sudah menderita lahir batin. Bahkan bukan cuma pasien, keluarganya juga," kata dr Aru.
Dalam rangka merintis pusat perawatan paliatif tersebut, YKI DKI menggelar Art for Cancer. Pameran seni di kawasan Kota Tua Jakarta Utara ini memamerkan karya 5 seniman yakni Albert Jonathan, Entang Wiharso, Eko, Sria Astari, dan Tita Rubi.
"Karya yang dipamerkan di sini sudah dipamerkan di Venezia Italia, dan akan dipamerkan juga di Darwin, Australia," kata Inda C Noerhadi, Ketua Panitia Art for Cancer.
(up/vit)











































