Awalnya Zhao mengalami pening secara terus-menerus selama sepuluh tahun. Wanita berusia 62 tahun itu juga mengeluhkan hidung tersumbat dan pembengkakan kelenjar limfa. Ia pun memeriksakan diri ke dokter.
Ternyata keluhan Zhao disebabkan oleh sebutir peluru yang telah bersarang di kepalanya selama 48 tahun. Dokter menemukan sebutir peluru dengan panjang 2,5 cm dan diameter 0,5 cm, di dalam tengkorak wanita itu.
Zhao mengaku pernah terkena lemparan benda yang mengenai pelipis kanannya. Saat itu ia baru berusia 14 tahun dan mengira benda yang mengenai kepalanya hanyalah sebongkah batu. Demikian menurut laporan dari media lokal.
Sedang menurut sumber lain, dikatakan bahwa Zhao telah sejak lama menyadari bahwa ia tertembak peluru. Namun karena tidak terlalu menyakitkan, wanita itu memutuskan untuk membiarkannya.
Zhao pun menjalani operasi pengangkatan peluru di First Hospital of China Medical University. Operasi tersebut mendulang sukses.
"Saya gembira peluru itu tidak membunuh saya, saya bersyukur diizinkan tetap hidup dan memiliki kesempatan untuk bersama keluarga," tutur wanita asal provinsi Liaoning itu, seperti dikutip dari Daily Mail pada Selasa (18/3/2014).
Dokter yakin, Zhao bisa bertahan hidup karena tidak ada kerusakan pada otaknya. Sebab, peluru nahas tersebut hanya bersarang di sekitar hidung, bukan di otak.
(vta/vit)











































