Adalah Slender Leah Frost, gadis berusia 17 tahun yang mengalami ketakutan berlebihan pada makanan. Sebenarnya sang ibu sudah membujuk putrinya agar memakan makanan yang bervariasi, sekaligus sebagai bentuk terapi. Tetapi apa daya, tidak ada satupun upaya yang membuahkan hasil. Demikian dikutip dari Mirror, Selasa (18/3/2014).
Meski tiap makan hanya spaghetti kalengan yang diasup dan makanan lain yang kebanyakan mengandung karbohidrat, namun perempuan asal Leeds, Inggris, ini tetap langsing. Ukuran bajunya konsisten di ukuran 8.
"Kalau ada orang yang meletakkan sesuatu (makanan) di depan saya, saya bisa merasa cemas dan takut untuk memakannya," kata Leah.
Akibat fobianya itu, Leah seringkali berada pada situasi yang sulit. Utamanya adalah jika dia sedang pergi atau berkumpul bersama teman-temannya. Apalagi teman-temannya tidak tahu seburuk apa fobia yang dialami Leah.
Fobia makanan tak hanya dialami Leah. Sebelumnya diberitakan, Faye Campbell mengaku tak pernah lagi menyentuh buah maupun sayuran selama 16 tahun belakangan. Ternyata gadis yang berusia 21 tahun itu memang didiagnosis memiliki ketakutan berlebihan atau fobia terhadap buah dan sayur. Sehari-hari Faye sarapan dengan roti bakar, pizza porsi besar untuk makan siang, dan cheeseburger beku serta kripik kentang untuk makan malamnya. Faye juga hanya bisa kentang jika tersaji dalam bentuk waffle atau kripik. Dan inilah satu-satunya pola makan Faye hingga usianya mencapai 15 tahun.
Lee Sentino juga mengalami fobia terhadap makanan tertentu. Pria berusia 24 tahun ini memperlihatkan reaksi fisik yang aneh ketika tak sengaja memakan segala jenis saus atau sambal. Bahkan ia tak bisa mengonsumsi makanan yang disajikan dalam keadaan basah. Katanya Lee akan mulai tersedak, tak enak badan dan mengeluarkan keringat dingin bila bersentuhan dengan berbagai jenis saus, gravy (saus hasil pengolahan daging) atau curstard.
Fobia ini tak hanya membuatnya ketakutan selama 10 tahun, Lee juga sering dibikin malu ketika harus makan di tempat umum. Lee mengaku kesulitan untuk makan di restoran karena banyak menu yang tak sesuai dengan kebutuhannya.
(vta/up)











































