Sulit Punya Anak? Cek ke Dokter, Bisa Jadi Buluh Rahim Terserang Kuman TB

Sulit Punya Anak? Cek ke Dokter, Bisa Jadi Buluh Rahim Terserang Kuman TB

- detikHealth
Rabu, 19 Mar 2014 19:30 WIB
Sulit Punya Anak? Cek ke Dokter, Bisa Jadi Buluh Rahim Terserang Kuman TB
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Salah satu penyebab mengapa proses pembuahan mengalami hambatan adalah karena tuba falopi atau buluh rahim yang berperan dalam ovulasi mengalami sumbatan atau penyempitan. Nah, kondisi tersebut rupanya bisa diakibatkan oleh peradangan kuman Tuberkulosis (TB) di area tersebut.

Seperti diketahui, bila tuba falopi tersumbat maka sel telur tak bisa dibuahi sperma atau embrio yang terbentuk tidak dapat masuk ke rahim untuk berkembang. Kondisi ini tentu dapat membuat kehamilan menjadi sulit terjadi.

"Kuman TB ada yang bisa menyerang organ kandungan. Jadi dia (kuman TB -red-) menghambat sel telur untuk bisa berkembang," ujar dr M. Arifin Nawas, SpP(K), MARS, Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dalam acara 'SOHO #BetterU: Hari Tuberkulosis Sedunia' yang diselenggarakan di Hotel Akmani, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Tuba falopi merupakan sepasang saluran yang berada pada rongga panggul, tepatnya di antara rahim dan indung telur. Saluran ini berperan penting dalam proses ovulasi dan pembuahan. Tanpa tuba falopi, sel telur tidak dapat dibuahi dan embrio tidak dapat menjangkau rahim, sehingga sulit berkembang.

Infeksi pada tuba falopi akibat kuman TB sering disebut-sebut sebagai 'silent disease', akibatnya kebanyakan wanita yang mengalami gangguan ini tidak menyadarinya jika belum diperiksakan ke dokter, seperti dikutip dari glowm.com.

Untuk memastikan apakah benar seorang wanita sulit memiliki keturunan karena kuman TB atau tidak, dr Arifin menyarankan Anda untuk tak menunda pemeriksaan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan sesegera mungkin.

"Kebanyakan mereka yang belum memiliki keturunan itu tidak mau berobat ke dokter. Padahal dengan begitu bisa diketahui kan penyebabnya, bisa jadi salah satunya adalah karena kuman TB yang menyempitkan atau bahkan menutup tuba falopi," papar dr Arifin.


(ajg/up)

Berita Terkait