Saat datang ke gym di Northern California, Tiffany mengenakan kaus ketat tanpa lengan yang mengekspos bentuk tubuhnya. Sedangkan untuk bawahan, perempuan itu memilih celana latihan biasa. Dia sama sekali tidak menyangka, baju untuk nge-gym yang dianggap biasa saja malah membuat orang lain menatapnya dengan pandangan tidak suka.
Mulanya Tiffany tidak terlalu memperhatikan keadaan sekelilingnya. Maklum dia, begitu antusias berlatih di atas treadmill sejak beberapa waktu harus beristirahat karena terluka akibat kecelakaan mobil. Namun setelah 15 menit melakukan latihan, Toffany baru sadar bahwa dirinya menjadi pusat tatapan tidak suka para pengunjung gym.
Tak lama, seorang petugas tempat fitnes itu mendatangi Tiffany. "Maaf, kami mendapat beberapa keluhan, bahwa Anda mengintimidasi orang-orang dengan tubuh kencang yang Anda miliki," kata Tiffany menirukan ucapan petugas tersebut, seperti dilaporkan KTVU - TV, dan dikutip detikHealth dari NY Daily News, Kamis (20/3/3014).
Tiffany yang baru saja bergabung dengan tempat fitnes itu pun akhirnya bersedia untuk mengenakan kaus demi lebih menutupi tubuh bagian atasnya. Selanjutnya dia meminta manajer tempat fitnes itu untuk mengembalikan uang keanggotaannya. Menanggapi hal itu, seorang juru bicara perusahaan mengatakan bahwa aturan berpakaian adalah kebijaksanaan manajer dan staf.
(vit/up)











































