Jadi Perhatian, Kasus Orang yang Kena Infeksi dari RS Masih Tinggi

Jadi Perhatian, Kasus Orang yang Kena Infeksi dari RS Masih Tinggi

- detikHealth
Kamis, 20 Mar 2014 18:03 WIB
Jadi Perhatian, Kasus Orang yang Kena Infeksi dari RS Masih Tinggi
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Infeksi nokosomial adalah infeksi yang terjadi atau didapatkan di rumah sakit yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan. Nyatanya, jumlah kasus infeksi ini masih sangat tinggi angkanya. Tercatat sebanyak 1,4 juta orang di dunia per tahunnya menderita infeksi yang didapatkan dari pelayanan kesehatan ini.

Di Indonesia sendiri, Dr dr Sutoto, M.Kes, ketua umum pengurus pusat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), mengungkapkan bahwa tingkat prevalensi infeksi ini cukuplah tinggi. Menurutnya, infeksi nokosomial merupakan suatu pemicu yang harus diperhatikan oleh setiap rumah sakit.

"Di Inggris Raya itu, tercatat sebanyak 5 ribu kematian berasal dari masalah infeksi. Sedangkan di Meksiko, masalah infeksi ini merupakan penyebab utama ketiga dari kematian nasional di negara tersebut," tutur Dr Sutoto saat ditemui pada acara Hospital Symposium 'Peranan Akreditasi Rumah Sakit Dalam Menurunkan Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan' yang dilangsungkan di Hotel Mulia, Jl Asia Afrika, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (20/3/2014).

Kasubdit Bina Pelayanan Kesehatan (Yankes) Kementerian Kesehatan RI, dr Cut Putri Ariani mengungkapkan bahwa data WHO mencatat setiap tahun terdapat 100 juta penderita infeksi terkait pelayanan kesehatan di seluruh dunia. Di negara berkembang, disebutkan bahwa 10 dari 100 pasien rumah sakit menderita infeksi ini. Sedangkan di negara maju, tercatat 7 dari 100 pasien yang mendapatkan infeksi.

"Di Indonesia sendiri, menurut studi di 10 rumah sakit umum pada tahun 2011, infeksi pelayanan kesehatan berada diangka 6-16 persen dengan rata-rata 9,8 persen. Sebuah penelitian di 11 rumah sakit di Jakarta menunjukkan 19,8 persen pasien rawat inap mendapat infeksi baru selama dirawat," ungkap dr Cut.

Namun, dr Cut juga menambahkan bahwa infeksi nokosomial ini bisa dicegah. Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) memberikan hasil bahwa sebanyak 70 persen terkait infeksi nokosomial ini bisa dicegah. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan sendiri menyarankan kepada semua rumah sakit untuk melakukan usaha preventif infeksi ini.

"Faktor infeksi nokosomial ini kan banyak, tapi bisa dicegah. Dinas kesehatan di berbagai daerah juga harus mengontrol pengendalian pencegahan ini," ujarnya.

Sekretasi Jenderal Kementerian Kesehatan RI, dr Supriyantoro, Sp.P, MARS menuturkan hal yang serupa. Menurutnya, infeksi nokosomial menjadi salah satu bagian penting yang menentukan tingkat kematian di rumah sakit.

"Tidak hanya di rumah sakit, puskesmas juga harus melakukan usaha pencegahan infeksi ini. Ini merupakan kewajiban demi meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit," tutur dr Supriyanto.

(vit/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads