Kamis, 20 Mar 2014 18:30 WIB

Mengapa Orang Bisa Kena Infeksi dari RS? Cek di Sini Penjelasannya

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Penularan infeksi tidak hanya terjadi di lingkungan kotor, melainkan juga lingkungan yang selama ini dianggap steril, seperti di rumah sakit. Terkait infeksi yang ditularkan di rumah sakit, infeksi ini disebut infeksi nokosomial. Penularan infeksi ini dapat terjadi di antara pasien, tenaga profesional kesehatan, staf rumah sakit, bahkan hingga di antara pengunjung rumah sakit.

Lantas, apa yang menyebabkan infeksi ini terjadi? Dr. Anis Kurniawati, PhD, Sp.MK, Kepala Laboratorium Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Univesitas Indonesia, mengungkapkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan infeksi nokosomial ini terjadi dan menularkan kepada satu ke yang lainnya.

"Banyak hal. Yang pertama adalah keadaan alamiah dari bakteri yang memang tidak bisa diubah, di mana mereka menular itu untuk bertahan hidup. Tapi sifat alami bakteri tersebut dipercepat dengan apa yang terjadi pada manusia," tutur Anis pada saat acara Hospital Symposium 'Peranan Akreditasi Rumah Sakit Dalam Menurunkan Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan' yang dilangsungkan di Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika ,Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (20/3/2014).

Namun, menurut Anis sebenarnya faktor terbesar yang menyebabkan terjadi penularan infeksi nokosomial ini adalah perilaku manusia itu sendiri. Sebesar 90 persen perilaku manusia disebut menjadi faktor penyebabnya. Dia menjelaskan manusia sangat tidak peka terhadap kondisi yang memudahkan bakteri infeksi dapat menular.

"Lingkungan itu hanya mempengaruhi sebesar 10 persen, sedangkan 90 persen itu dipengaruhi oleh perilaku masyarakat yang secara tidak sadar dapat mempercepat terjadinya penularan infeksi," ungkapnya.

Perilaku manusia ini disebutkan terhadap bagaimana dokter, perawat, pasien, staf rumah sakit, bahkan hingga pengunjung kurang memperhatikan hal-hal yang dapat menularkan infeksi, salah satunya adalah tindakan sederhana seperti cuci tangan. Cuci tangan adalah hal sederhana yang seharusnya dapat mudah dilakukan, tapi nyatanya banyak orang yang masih malas untuk melakukan hal itu.

"Berjabat tangan adalah transmisi kontak yang sangat besar kemungkinannya dalam menularkan infeksi. Dan hal tersebut hanya bisa diatasi dengan cuci tangan yang akan sangat membantu menurunkan bakteri patogen yang multi resisten," ujar Anis.

Dr. dr. Hananto Andrianto, SpJP (K). MARS. FICA, Direktur Utama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, menambahkan bahwa perilaku manusia memang menjadi sesuatu yang harus dikontrol dengan baik.

"Infeksi kan akan diperbesar dengan perilaku orang-orangnya yang terlibat di rumah sakit. Inilah yang terjadi di Indonesia. Dan hal ini merupakan masalah yang sangat serius yang harus diperhatikan," tutur dr Hananto.

Menurut dr Hananto, penting bagi setiap rumah sakit untuk menentukan kebijakan terkait pengendalian infeksi dengan melakukan kontrol dan menyediakan fasilitas demi menghindari infeksi ini. Kendati demikian, ia juga menambahkan penting juga bagi setiap individu untuk mengubah perilakunya, khususnya para dokter, perawat, dan staf rumah sakit, sehingga bisa menjadi role model dalam menghindari infeksi ini, misalnya melalui perilaku sederhana seperti mencuci tangan dengan benar.



(vit/vta)
News Feed