Pria 'Tergemuk' di Inggris Ini Meninggal di Usia 22 Tahun, Diduga Sakit Jantung

Pria 'Tergemuk' di Inggris Ini Meninggal di Usia 22 Tahun, Diduga Sakit Jantung

- detikHealth
Senin, 24 Mar 2014 13:16 WIB
Pria Tergemuk di Inggris Ini Meninggal di Usia 22 Tahun, Diduga Sakit Jantung
Foto: Mirror
Livingston, Skotlandia - Liam Johnston yang memiliki bobot sekitar 419 kg ini ditengarai sebagai pria paling gemuk di Inggris. Di usia yang masih cukup muda, 22 tahun, Liam meninggal dunia secara mendadak. Penyebabnya diduga karena serangan jantung.

Dikutip dari Mirror, Senin (24/3/2014), Liam mendadak merasa sakit di rumahnya. Paramedis pun dihubungi dan bergegas meluncur ke rumahnya yang berada di Livingston, Skotlandia. Petugas berupaya keras menyelamatkan nyawa Liam, sayangnya yang bersangkutan tidak bisa tertolong.

Juru bicara Kepolisian Skotlandia mengatakan pada Kamis pagi pekan lalu, petugas dipanggil untuk datang bersama ambulans dan pemadam kebakaran ke sebuah alamat di Livingston. Menurutnya, laporan terkait kematian Liam yang mana dinilai tidak mencurigakan kendati terjadi tiba-tiba, akan dikirim ke Procurator Fiscal, setelah sebelumnya pihak keluarga juga diberi tahu.

Tahun Lalu Liam menjalani operasi pita lambung, di mana menjadikan ukuran perutnya menjadi lebih kecil. Prosedur itu membuat jumlah makanan yang diasupnya menjadi lebih sedikit lantaran dia lebih mudah merasa kenyang.

Operasi ini hanya dilakukan NHS pada orang-orang dengan obesitas yang kondisinya berpotensi mengancam jiwa. Apalagi jika yang bersangkutan sudah mendapat pengobatan lain, termasuk terapi dengan mengubah gaya hidup namun tidak berhasil. Prosedur ini dilakukan pada sekitar 50 pasien obesitas di Skotlandia dalam kurun setahun.

Liam diyakini memiliki indeks massa tubuh lebih dari 85. Padahal orang yang beratnya normal, indeks massa tubuhnya berkisar 18,5-24,9. Sehingga bila indeks massa tubuhnya di atas 30 dianggap sebagai obesitas.

Dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu, Liam mengatakan dirinya akan selalu menjadi anak yang chubby. Ketika berat badannya membengkak 250-an kg, Liam sebenarnya sudah merasa malu. Dia menyembunyikan dirinya dari dunia luar lantaran malu pada ukuran tubuhnya sendiri.

"Anda tidak tahu betapa sulitnya menjalani sesuatu seperti itu, mengetahui tidak ada seseorang yang mau berbicara dengan Anda, selama lebih dari satu tahun," keluh Liam.

Menurut Liam, dirinya dibiarkan 'membusuk'. "Saya nggak punya penghasilan. Saya tidak menerima uang dan saya tidak punya sumber makanan," lanjutnya.

Pada saat petugas menyatakan Liam sudah meninggal, petugas layanan ambulans memanggil bantuan pemadam kebakaran untuk mengangkat tubuh Liam dari kamar tidurnya. Untuk memudahkan mengeluarkan jenazah Liam, pemadam kebakaran menghilangkan pintu depan dan membongkar sebagian dinding rumah dan pagar kebun rumah Liam. Jenazahnya kemudian dibawa ke Edinburgh City Mortuary guna pemeriksaan post mortem.

Tahun lalu polisi menuduh Liam terlibat dalam penipuan terkait penyalahgunaan kartu kredit saat memesan pizza. Bahkan pria itu sempat dibawa ke pengadilan. Liam lantas diminta untuk membayar kompensasi. Di sidang berikutnya, Liam tidak hadir dan mengklaim dirinya tidak cukup layak dan sehat untuk datang. Sementara pengacaranya, Alan Jackson, mengatakan kepada Livingston Sheriff Court bahwa pada saat itu Liam memang tidak bisa keluar dari rumah .

Kelebihan berat badan memang diketahui bersama bisa menjadi sumber penyakit. Serangan jantung, tekanan darah tinggi, dan sesak napas adalah beberapa efek samping dari kelebihan berat badan.

(vit/up)

Berita Terkait