"Akan tetapi jika dibiarkan, polip tersebut akan tumbuh menjadi kanker ganas yang menyerang usus besar," ungkap dr Samuel Oetoro, MS, Sp.GK, dokter gizi dari Siloam Hospital Semanggi pada peluncuran Kampanye Toilet Cek BAB deteksi KUB di Energy Building, Kawasan Niaga Terpadu Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (27/3/2014).
Untuk itu dokter yang juga penulis buku Smart Eating: 1000 Jurus Makan Pintar & Hidup Bugar ini mempunyai jurus unik. Jurus tersebut disebutnya dengan jurus 4J, apa saja?
"Agar terhindar dari kanker usus besar, pola makan juga harus diperhatikan, caranya dengan jurus 4J, yaitu memperhatikan jumlah, jenis, jadwal dan jurus masak," sambungnya lagi.
Lalu bagaimana cara menjalankan jurus tersebut? dr Samuel yang pada kesempatan ini mengenakan kemeja putih dan dasi hitam tersebut pun menjelaskan seperti ini:
1. Jumlah
"Jumlah kandungan gizi yang dimakan juga harus diperhatikan. Pada saat makan, jumlah yang disarankan untuk balance diet itu meliputi 45-60 persen karbohidrat, 15-20 persen protein, serta 20-30 persen lemak baik. Jangan lupa juga untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral dengan memakan buah-buahan dan sayur," paparnya.
2. Jenis
"Hindari jenis makanan yang mengandung banyak gula, garam, dan lemak jenuh. Kurangi pula konsumsi daging merah. Penelitian menyebutkan bahwa konsumsi daging merah yang berlebihan dapat mempercepat mutasi sel yang menyebabkan kanker," sambung dokter yang akrab disapa dr Sam tersebut.
3. Jadwal
"Jika sedari kecil terbiasa makan satu hari tiga kali, jangan mengubah pola itu. Diet yang mengatakan bahwa makan sepuasnya dalam satu kali tersebut malah dapat meningkatkan risiko kanker usus besar. Karena sekali makan radikal bebasnya langsung bertumpuk kan," terangnya lagi.
4. Jurus Masak
"Makanan yang digoreng, dibakar, dipanggang memang enak. Padahal itu kan banyak mengandung lemak jenuh pada minyak goreng atau menteganya. Lebih baik makan makanan yang direbus atau dikukus saja," pungkas dr Samuel.
(vit/vit)











































