Belajar Yoga dari YouTube? Bisa, Asalkan Paham Dasarnya

Belajar Yoga dari YouTube? Bisa, Asalkan Paham Dasarnya

- detikHealth
Rabu, 02 Apr 2014 08:30 WIB
Belajar Yoga dari YouTube? Bisa, Asalkan Paham Dasarnya
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Melangsingkan tubuh, mengatasi ketergantungan, hingga mengatasi berbagai penyakit, yoga menawarkan berbagai macam manfaat menggiurkan. Tak heran jika kemudian banyak orang yang tergiur untuk menjajal yoga. Bagi mereka yang ingin menjajal yoga, YouTube pun menjadi salah satu guru panutan. Namun, apakah mengikuti panduan video di Youtube aman dilakukan?

Yesie Aprillia, instruktur prenatal yoga di Balance Mind Body Soul Yogyakarta, menuturkan bahwa yoga dapat dipelajari melalui video di YouTube. Akan tetapi, mereka yang mempelajari yoga dari video sebaiknya mengetahui pakem atau dasar-dasar dari yoga.

"Belajar yoga dari YouTube, asalkan tahu pakemnya dan video yang diambil benar, its okay, nggak masalah. Ya, tetapi lakukan dengan pakem yang benar, jangan asal comot video YouTube," tutur bidan yang juga praktisi dan pelatih hypno-birthing, gentle birth, dan water birth itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Yesie, pemula dalam yoga sebaiknya memulai pelajaran yoga dari gerakan sederhana yang aman dilakukan. Gerakan tersebut misalnya table atau cat cow position, yakni sikap berlutut sembari melengkungkan punggung lalu merilekskannya.

Ia menambahkan bahwa mempelajari berbagai gerakan yoga dari tutorial di YouTube tak boleh sembarang dilakukan. Mempraktikkan gerakan yoga serampangan bukannya menyehatkan, tetapi justru dapat mengakibatkan cedera otot hingga perubahan postur tubuh.

Ia mencontohkan posisi trikonasana atau triangel pose di mana tulang belakang harus lurus, kaki harus lurus sejajar, dan otot paha harus kencang. Jika asal dilakukan, kesalahan dalam posisi tersebut dapat menyebabkan artritis reumatoid, cedera otot, atau bahkan Hernia Nucleus Pulposus (HNP) alias terepitnya saraf. Dalam jangka panjang, sikap yang salah juga dapat mengubah postur.

"Kalau ternyata itu salah, mungkin saat itu nggak cedera. Tapi kalau terus-terusan dilakukan, lama kelamaan akan mengubah postur. Yang seharusnya posturnya bagus malah jadi nggak bagus," tegas Yesie ketika diwawancarai detikHealth dan ditulis pada Rabu (2/4/2014).

(vit/vit)

Berita Terkait