Dalam sebuah rekaman video, perut Suci tampak membesar hingga tidak proporsional dengan ukuran tubuhnya yang mungil. Ditemani orang tua dan adiknya yang masih berusia sekitar 2 tahun, Suci menunjukkan guratan-guratan pembuluh darah yang menonjol di perutnya.
Ayahnya mengatakan, saat sakitnya kambuh denyut jantung Suci bahkan bisa diraba dengan jelas di dadanya. Kekambuhannya muncul pada saat-saat yang tidak terduga, misalnya saat sedang beristirahat. Saat bermain, seringkali Suci justru tidak merasakan keluhan apapun.
"Itu kalau kambuh Bang, urat-urat di perutnya sampai keluar. Denyut jantung sampai kelihatan di dadanya, keras sekali," kata Gufran Ibrahim, warga Gorontalo yang pernah menengok Suci, saat dihubungi detikHealth, Kamis (3/4/2014).
Meski orang tuanya mengatakan Suci terkena kanker perut, bocah ini belum pernah benar-benar diperiksa. Ia baru 2 kali dibawa ke rumah sakit saat ada pengobatan gratis. Saat itu, Suci hanya diperiksa dengan alat seadanya karena fasilitas rumah sakit di Gorontalo yang terbatas.
Kalaupun ada alat, orang tua Suci yang hanya petani serabutan tidak sanggup membiayai pengobatan, atau bahkan pemeriksaannya. Apalagi, orang tua Suci mengaku belum mengapat bantuan maupun jaminan kesehatan dari pihak manapun. Sejauh ini, pengobatan yang dilakukan baru sebatas ramuan tradisional dari seorang dukun. Itu pun tidak banyak membantu, dan akhirnya tidak dilanjutkan.
Kondisi perut Suci bisa dilihat dalam video berikut ini:
(up/vta)











































