Dikutip detikHealth dari CNN, Jumat (4/4/2014), berikut 6 mitos yang berkaitan dengan aktivitas fisik dan olahraga yang perlu dikonfirmasi:
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Mitos 1: Sit-up bantu ratakan perut
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Jika sit-up dikatakan hanya memberi sedikit pengaruh, maka studi dari Pennsylvania State University menyarankan Anda untuk lebih banyak melibatkan bahu dan pinggul untuk latihan pembakaran lemak, misalnya dengan melakukan plank.
Namun jika Anda tetap ingin melakukan sit-up, maka pastikan untuk melakukannya dengan posisi yang tepat. Jika tidak, bukan tidak mungkin justru akan menimbulkan nyeri dan cedera pada tulang belakang.
Mitos 1: Sit-up bantu ratakan perut
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Jika sit-up dikatakan hanya memberi sedikit pengaruh, maka studi dari Pennsylvania State University menyarankan Anda untuk lebih banyak melibatkan bahu dan pinggul untuk latihan pembakaran lemak, misalnya dengan melakukan plank.
Namun jika Anda tetap ingin melakukan sit-up, maka pastikan untuk melakukannya dengan posisi yang tepat. Jika tidak, bukan tidak mungkin justru akan menimbulkan nyeri dan cedera pada tulang belakang.
Mitos 2: Semakin banyak berkeringat, semakin banyak lemak terbakar
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Keringat merupakan respons biologis untuk mendinginkan kulit dan mengatur suhu tubuh internal. Ini cenderung hanya sebagai hasil dari lingkungan yang panas dan melelahkan," terang Jessica Matthews, juru bicara dari American Council on Exercise (ACE).
Mitos 2: Semakin banyak berkeringat, semakin banyak lemak terbakar
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Keringat merupakan respons biologis untuk mendinginkan kulit dan mengatur suhu tubuh internal. Ini cenderung hanya sebagai hasil dari lingkungan yang panas dan melelahkan," terang Jessica Matthews, juru bicara dari American Council on Exercise (ACE).
Mitos 3: Berlari memberi efek buruk bagi lutut
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Wanita 4-6 kali lebih mungkin berada pada risiko cedera lutut serius saat berlari dibandingkan pria, karena mereka cenderung memiliki ketidakseimbangan dalam rasio antara paha depan dan paha belakang," tutur Westcott.
Itu sebabnya para ahli merekomendasikan Anda untuk melakukan latihan kekuatan setidaknya dua kali sepekan selain tetap melakukan joging rutin. Hal ini penting untuk membantu membangun otot-otot yang mendukung lutut.
Mitos 3: Berlari memberi efek buruk bagi lutut
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Wanita 4-6 kali lebih mungkin berada pada risiko cedera lutut serius saat berlari dibandingkan pria, karena mereka cenderung memiliki ketidakseimbangan dalam rasio antara paha depan dan paha belakang," tutur Westcott.
Itu sebabnya para ahli merekomendasikan Anda untuk melakukan latihan kekuatan setidaknya dua kali sepekan selain tetap melakukan joging rutin. Hal ini penting untuk membantu membangun otot-otot yang mendukung lutut.
Mitos 4: Peregangan membantu tubuh pulih lebih cepat
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Meskipun peregangan mungkin tidak sepenuhnya mengurangi nyeri otot atau mempercepat perbaikan jaringan, Westcott menegaskan pentingnya melakukan relaksasi pasca latihan.
"Relaksasi sebaiknya dilakukan tepat setelah latihan, ketika tubuh masih hangat. Ini merupakan cara terbaik untuk meningkatkan fleksibilitas sendi," ujarnya.
Mitos 4: Peregangan membantu tubuh pulih lebih cepat
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Meskipun peregangan mungkin tidak sepenuhnya mengurangi nyeri otot atau mempercepat perbaikan jaringan, Westcott menegaskan pentingnya melakukan relaksasi pasca latihan.
"Relaksasi sebaiknya dilakukan tepat setelah latihan, ketika tubuh masih hangat. Ini merupakan cara terbaik untuk meningkatkan fleksibilitas sendi," ujarnya.
Mitos 5: Anda perlu berkeringat selama 45 menit agar sehat
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Semakin banyak penelitian yang menunjuk pada efek positif melakukan latihan dalam jangka waktu pendek. Beberapa di antaranya bahkan menunjukkan bahwa sesi 'quickie' atau sesi cepat bisa memberi efek yang lebih baik untuk Anda. Meskipun demikian, Anda tetap perlu untuk melakukannya setiap hari jika Anda bertujuan untuk menurunkan beberapa kilogram.
Mitos 5: Anda perlu berkeringat selama 45 menit agar sehat
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Semakin banyak penelitian yang menunjuk pada efek positif melakukan latihan dalam jangka waktu pendek. Beberapa di antaranya bahkan menunjukkan bahwa sesi 'quickie' atau sesi cepat bisa memberi efek yang lebih baik untuk Anda. Meskipun demikian, Anda tetap perlu untuk melakukannya setiap hari jika Anda bertujuan untuk menurunkan beberapa kilogram.
Mitos 6: Lebih banyak waktu olahraga, efeknya semakin baik
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Jika Anda bekerja setiap hari atau berlatih secara berlebihan, Anda bisa melukai diri sendiri atau membuat otot-otot justru menjadi tak sehat. Jadi pastikan untuk mengambil waktu istirahat secara teratur.
Mitos 6: Lebih banyak waktu olahraga, efeknya semakin baik
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Jika Anda bekerja setiap hari atau berlatih secara berlebihan, Anda bisa melukai diri sendiri atau membuat otot-otot justru menjadi tak sehat. Jadi pastikan untuk mengambil waktu istirahat secara teratur.
Halaman 2 dari 14










































