Salah satu faktor utama diabetes adalah obesitas. Orang dengan diabetes, 2 kali lebih rentan terkena diabetes dibandingkan dengan orang yang sehat. Meningkatnya angka obesitas di Indonesia sendiri dikarenakan pendapatan perkapita masyarakat yang semakin meningkat.
"Pendapatan perkapita yang bagus, menyebabkan kelompok-kelompok menengah ke bawah mampu membeli makan enak, tandanya banyak yang manis, banyak gula, lemak, dan garam," Prof. Dr dr Abdul Razak Thaha, MSc, SpGK, saat hadir dalam acara konferensi pers Soyjoy Balance Nutrition and Diet for Diabetes Management, di Hotel Mandarin Oriental, Jl. MH Thamrin No.1, Jakarta, dan ditulis pada Minggu (6/4/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau bisa makan malam lebih kecil dari siang. Kalau dibagi misalnya siang agak banyak 30 persen dari total kalori. Snacknya paling 10 persen selang pagi ke siang, snack sore juga gitu. Makan malam lebih kecil dari total kalori makan siang yang 30 persen tadi," kata dr Widjaja Lukito, SpGK, PhD, saat hadir pada acara yang sama.
Menurutnya selain itu akan lebih baik jika seseorang makan 6 kali dalam sehari dengan makanan yang beragam. Sebaiknya makanan yang tidak mangandung lemak tinggi, memiliki kualitas gula yang bagus, dan mengandung serat. Hal tersebut haruslah diperhatikan seseorang ketika memilih makanan yang akan dimakan.
dr Abdul Razak menambahkan agar masyarakar kembali makan makanan yang benar dengan gizi seimbang. Makanlah makanan yang bervariasi dengan memperbanyak sayur dan buah, lakukan aktivitas fisik yang bagus, menjaga berat badan ideal, dan jagalah kebersihan. Jika diterapkan pola tersebut maka angka penyakit tidak menular seperti diabetes bisa ditekan.
(vit/vit)











































