Pemotor Suka Basahi Masker, Dokter Ingatkan Risiko Infeksi Paru

Pemotor Suka Basahi Masker, Dokter Ingatkan Risiko Infeksi Paru

- detikHealth
Selasa, 08 Apr 2014 10:29 WIB
Pemotor Suka Basahi Masker, Dokter Ingatkan Risiko Infeksi Paru
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Polusi yang begitu tinggi di jalan raya mengharuskan para pemotor untuk pakai masker atau kain penutup muka. Dokter paru tidak menyarankan untuk membasahi masker atau kain tersebut, sebab cara ini justru meningkatkan risiko infeksi.

"Belum ada data penelitian yang mendukung teori temen-temen biker (pemotor), bahwa masker yang dibasahi itu lebih melindungi dari polusi," kata dr Agus Dwi Susanto, SpP, pakar kesehatan dari RS Paru Persahabatan dalam peluncuran Combi Hope di SMA Labschool Kebayoran, Jakarta Selatan, seperti ditulis Selasa (8/4/2014).

Sebaliknya, dr Agus justru mengingatkan risiko di balik masker yang dibasahi. Karena selalu dibasahi, maka masker maupun kain penutup muka akan lebih lembab. Kuman seperti bakteri dan jamur lebih mudah tumbuh di lingkungan yang lembab seperti itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang jelas jadi lebih lembab, sehingga risiko infeksi lebih besar. Bakteri, jamur, dan sebagainya, jadi lebih mudah tumbuh," lanjutnya.

Kuman-kuman tersebut, lanjut dr Agus mudah terhirup saat masker yang lembab dipakai untuk menutup hidung. Begitu terhirup, maka kuman-kuman itu bisa memicu infeksi di saluran pernapasan.

Untuk menangkal polusi udara di jalan raya, dr Agus menyarankan masker yang sudah teruji kemampuan filtrasinya. Masker-masker dengan kemampuan filtrasi di atas 90 persen umumnya dinyatakan dalam angka, misalnya masker N97.

(up/vit)

Berita Terkait