Tak Selalu Alergi, Ruam di Kulit Disertai Demam Tinggi Bisa Jadi Scarletina

Tak Selalu Alergi, Ruam di Kulit Disertai Demam Tinggi Bisa Jadi Scarletina

- detikHealth
Kamis, 10 Apr 2014 10:43 WIB
Tak Selalu Alergi, Ruam di Kulit Disertai Demam Tinggi Bisa Jadi Scarletina
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Belum banyak orang yang sering mendengar mengenai scarlet fever. Scarlet fever merupakan salah satu penyakit yang sering ditemukan pada tubuh anak-anak. Ruam merah pada kulit yang disertai demam tinggi, banyak orang yang mengartikan itu sebagai alergi. Padahal scarlet fever ini merupakan salah satu penyakit yang semakin bertambah jumlah kasusnya.

Public Health England menyatakan bahwa telah terdapat 883 kasus baru scarlet fever atau yang sering disebut dengan skarlatina di Inggris dalam satu minggu lalu. Angka ini merupakan angka mingguan yang tertinggi dalam kurun waktu 30 tahun. Kasus skarlatina sudah semakin berkembang dalam 6 bulan terakhir ini, dengan total mencapai 5012 kasus sejak September 2013, demikian seperti dikutip BBC News, Kamis (10/4/2014).

Kebanyakan kasus dari skarlatina ini ringan dan dapat diatasi dengan antibiotik. Kendati demikian, jika tidak segera diobati, skarlatina pun dapat menyebabkan komplikasi. Gejala-gejala yang dirasakan ketika orang mengidap skarlatina adalah ruam merah, sakit kepala, muntah, radang tenggorokan, hingga demam.

dr Theresa Lamagni, kepala streptococcal infection surveillance Public Health England, mengungkapkan bahwa pertambahan jumlah pengidap skarlatina di Inggris Raya memang berasal dari seluruh daerah yang ada di Inggris Raya.

"Kami bekerja sangat dekat dengan tenaga medis professional untuk mencari dan berusaha mengerti alasan dibalik terjadinya penambahan jumlah kasus ini. Dan kami juga akan melakukan yang terbaik untuk mengurangi dampak dari infeksi ini," tutur dr Lamagni.

Oleh karena itu, dr Lamagni sangat menyarankan kepada orang-orang yang mengalami gejala-gejala skarlatina ini untuk segera berkonsultasi dengan dokter. "Jika anak atau remaja terdiagnosa mengidap skarlatina, maka kami akan sangat menyarankan mereka untuk terus berada di rumah selama setidaknya 24 jam setelah mereka diberikan antibiotik untuk mengurangi penyebaran infeksi," imbuhnya.

Skarlatina merupakan penyakit yang sering diidap anak-anak, khususnya pada usia antara 2 hingga 8 tahun. Skarlatina disebabkan oleh bakteri grup A Streptococcus dan dapat menjadi berat karena toksin yang dikeluarkannya. Skarlatina pernah dianggap sebagai infeksi berbahaya, namun kini dengan pengobatan yang semakin maju, skarlatina pun dianggap bukan penyakit serius. Kendati saat ini masih belum ada vaksin untuk skarlatina.

(vit/vit)

Berita Terkait