Direktur Umum dan Operasional RSUP Dr Kariadi Semarang, dr Darwito mengatakan dana kapitasi bulan Januari sebanyak Rp 29 miliar diajukan klaim tanggal 14 Februari dan sudah dibayarkan BPJS tanggal 4 Maret. Kemudian pada dana kapitasi bulan Februari meningkat menjadi Rp 40,5 miliar.
"Yang sudah dibayarkan bulan Januari dan Februari. Mengajukannya Februari tanggal 14, dibayar BPJS tanggal 4 Maret. Itu DP-nya 75 persen, seminggu kemudian pelunasan," kata Darwito di sela kunjungan rombongan BPJS Kesehatan di RSUP Dr Kariadi Semarang, seperti ditulis Jumat (11/4/2014).
Direktur Keuangan RSUP Dr Kariadi, Drs Maskur menambahkan, untuk bulan Maret, dana kapitasi sudah mencapai Rp 48,8 miliar, namun klaim baru akan dilakukan sekitar tanggal 25 April mendatang.
"Target klaim untuk bulan Maret tanggal 5 April, tapi ada liburan," tandasnya.
"Dari dana kapitasi perbulan, 50 sampai 60 persennya untuk biaya operasional," timpal Darwito.
Pada pertemuan antara BPJS Kesehatan dan pihak RSUP Dr Kariadi tersebut, Darwito sempat menyampaikan beberapa permasalahan yang dialami pasien yang belum jelas soal program JKN. Salah satunya terkait prosedur pelayanan yang seharusnya dilakukan secara bertahap dari Pos Pelayanan Kesehatan (PPK) I yaitu Puskesmas, kemudian dirujuk ke PPK II, selanjutnya PPK III.
"Ada yang belum paham jadi langsung PPK II dan PPK III. Tapi untuk pasien penyakit jantung, kanker, dan gagal ginjal bisa langsung ke RSUP Dr Kariadi sebagai PPK III," tandas Darwito.
Sementara itu Kepala Departemen Hubungan Antarlembaga BPJS Kesehatan, Surmiyati mengatakan kunjungannya ke sejumlah lokasi untuk meninjau jalannya program JKN selama 100 hari. Program belum lama dijalankan itu menurutnya masih perlu adanya perbaikan.
"Jadi bagaimana pelaksanaannya, peserta, fasilitas, dan sebagainya. Nanti perbaikan akan dilakukan dalam pelaksanaan program JKN," kata Surmiyati.
(alg/up)










































