Hadapi Banyak Masalah Kesehatan, Indonesia Butuh Pendekatan Multidisiplin

Hadapi Banyak Masalah Kesehatan, Indonesia Butuh Pendekatan Multidisiplin

- detikHealth
Senin, 14 Apr 2014 16:32 WIB
Hadapi Banyak Masalah Kesehatan, Indonesia Butuh Pendekatan Multidisiplin
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Yogyakarta - Sebagai negara berkembang, Indonesia selalu dihadapkan pada masalah kesehatan yang tak berkesudahan. 'Didukung' oleh fasilitas kesehatan dan SDM yang tak pernah memadai atau tidak terdistribusi secara merata, pada akhirnya Indonesia dirasa perlu mengadaptasi sebuah konsep baru bernama One Health Approach untuk mengatasi hal ini.

Ini sebenarnya bukan konsep baru, karena sudah diperkenalkan sejak tahun 2008-2009 oleh WHO sebagai salah satu alternatif mengatasi berbagai masalah kesehatan di penjuru dunia.

One Health Approach merupakan pendekatan baru yang menggunakan kolaborasi ilmu dari berbagai multidisiplin dalam mencegah dan menanggulangi berbagai masalah kesehatan di tingkat lokal, nasional, regional dan global yang timbul karena interaksi antara manusia, hewan dan ekosistemnya.

"Secara alamiah, masalah kesehatan, terutama terkait dengan penyakit yang belum pernah muncul, penyakit yang baru muncul atau dulu sudah hilang tapi muncul kembali itu ternyata tidak bisa diselesaikan hanya oleh kedokteran. Untuk menyelesaikannya, butuh keterlibatan dari bidang lain seperti pertanian, peternakan, kedokteran hewan bahkan ekonomi. Untuk itu bagaimana kita sejak awal membentuk calon-calon pemimpin ke depan, yaitu mahasiswa agar berpikir dengan pendekatan One Health ini," jelas Prof Dr Ali Ghufron Mukti, Wakil Menteri Kesehatan RI.

Hal ini disampaikan Prof Ali Ghufron dalam konferensi pers International Symposium on One Health Approach for Health Professions Education di East Parc Hotel, Yogyakarta, Senin (14/4/2014).

Prof Ali Ghufron merasa perlu mengubah pola pikir anak didik Indonesia yang seringkali terpecah-pecah berdasarkan bidang pendidikan masing-masing dalam menghadapi sebuah masalah.

Sejauh ini pengenalan konsep One Health baru sebatas pada kegiatan yang dilangsungkan dalam jaringan perguruan tinggi di Asia Tenggara yang tergabung ke dalam SEAOHUN (South East Asia One Health University Network). Di Indonesia sendiri, yang termasuk ke dalam jaringan ini antara lain Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Fakultas Kedokteran UGM, Fakultas Kedokteran Hewan UGM dan Fakultas Kedokteran Hewan IPB.

"Salah satu pola yang berhasil kita kembangkan, yaitu di UGM. Kita melakukan multidisciplinary approaching ini lewat KKN. Ada juga desa binaan yang dijadikan model untuk mencapai Indonesia Sehat, di Hargotirto, Kulon Progo," tegasnya.

Kendati begitu upaya ini dirasa masih belum memadai. Untuk itu International Symposium on One Health Approach for Health Professions Education digelar berbarengan dengan Pertemuan Ilmiah Tahunan yang kedua dari Asosiasi Pendidik Profesi Kesehatan Indonesia (AIDIPROKESI) atau asosiasi dosen dan pengajar profesi kesehatan agar memahami dan memperkenalkan One Health Approach ke khalayak yang lebih luas.

Diharapkan simposium ini dapat mempersiapkan dosen dan pengajar yang notabene berinteraksi langsung dengan mahasiswa dalam rangka membantu membentuk pola pikir dengan One Health Approach pada anak didiknya.

Simposium ini dihadiri pembicara utama dari University of Minnesota, Dr Jeein Chung yang mewakili USAID sebagai sponsor utama berdirinya jejaring perguruan tinggi yang mempromosikan pendekatan One Health.

Selain itu, perwakilan dari tujuh asosiasi institusi pendidikan seperti kedokteran, perawat, kebidanan, gizi dan kedokteran gigi dari penjuru Indonesia dan sejumlah negara, yaitu Malaysia dan Thailand juga tampak hadir.

(lil/up)

Berita Terkait