Secara definisi, penyakit kronis merupakan kondisi yang berdurasi panjang. Seringkali untuk bisa 'terlihat', kondisi ini harus melalui perjalanan klinis yang lama.
Selain itu, dilihat dari sisi faktor etiologi atau penyebab, penyakit kronis umumnya multifaktoral. "Tak bisa hanya gara-gara stres saja, faktor lainnya," papar dr Ikhsan Mokoagow, SpPD, MMedSci, spesialis penyakit dalam.
Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Pfizer Journalist Class yang diselenggarakan di Sere Manis, Jl H Agus Salim, Jakarta, dan ditulis pada Rabu (16/4/2014).
Sampai saat ini belum ada penyembuhan yang definitif untuk penyakit kronis. Inilah yang menurut dr Ikhsan masih menjadi masalah utama untuk mengobati pasien penyakit kronis.
"Penyakit kronis itu dibagi menjadi dua: tidak menular (non-communicable) dan menular (communicable)," ungkap dokter yang menyelesaikan studi spesialisasinya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.
Penyakit kronis yang tak menular di antaranya penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular); kanker; penyakit paru kronis (misalnya asma dan penyakit paru obstruktif kronis); serta diabetes.
"Sementara penyakit kronis yang menular termasuk HIV-AIDS dan hepatitis kronis. Khusus hepatitis ini terutama hepatitis B dan C. Umumnya terjadi tak terasa dan lama-lama fungsi livernya menurun," papar dr Ikhsan.
(ajg/vit)











































