Selain kanker testis yang kerapkali tidak terdeteksi, pria Inggris juga dihantui fakta bahwa separuh dari mereka memperoleh diagnosis yang keliru terkait kanker prostat.
Diagnosis keliru yang dimaksud adalah mereka yang dikatakan dokter tak mengidap kanker prostat yang begitu serius ternyata justru terserang kanker yang lebih parah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya para pria masih bisa hidup selama bertahun-tahun dengan kanker ini, meski mereka tidak menjalani operasi pengangkatan prostat ataupun radioterapi. Masalah yang ditemukan oleh tim peneliti dari Cambridge ternyata adalah membedakan kanker prostat yang tak begitu serius dari yang agresif.
Kekeliruan diagnosis tersebut didapatkan hampir seluruh partisipan setelah menjalani biopsi dengan jarum, meski dipandu dengan ultrasound. Akan tetapi teknik ini dikenal 'jadul' karena dokter masih harus menebak-nebak di mana letak abnormalitas jaringan prostat si pasien.
Beruntung sejak studi itu berakhir di tahun 2008, sudah banyak klinik atau rumah sakit yang bisa melakukan scan MRI untuk pasien yang berisiko kanker prostat. Dikutip dari CNN, Jumat (18/4/2014), salah satunya di University College London Hospital (UCLH).
Kalaupun masih perlu biopsi, scan MRI digunakan sebagai semacam template untuk menunjukkan di mana lokasi yang tepat untuk meletakkan jarum biopsi.
"Akurasi diagnosis scan MRI saat ini sudah mencapai 95 persen lebih, jadi para pria bisa merasa percaya diri ketika menentukan pengobatan yang tepat untuknya," tandas Prof Mark Emberton, konsultan urologis dari UCLH.
Toh menurut data dari NICE, tiga-perempat dokter spesialis kanker di Inggris sudah menggunakan MRI sebagai alat deteksi utama kanker prostat.
(lil/up)











































