Sayangnya, kebugaran yang diharapkan mungkin hanya terlihat untuk kondisi secara fisik luarnya saja. Karena ternyata, baru-baru ini sebuah penelitian di New York, Amerika menemukan bahwa off season yang diberikan kepada para pemain sepakbola untuk bersiap menjalani musim berikutnya tidaklah cukup untuk memulihkan kesehatan otak mereka yang dinilai juga telah bekerja dengan keras selama menjalani musim yang sebelumnya.
"Kami menduga bahwa yang terjadi adalah hal ini merupakan tanda cedera kecil pada otak mereka," tutur Dr Jeffrey Bazarian seperti dikutip Reuters, Minggu (20/4/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sejujurnya ingin melihat apakah ada efek yang diberikan pada kondisi otak pemain sepakbola setelah mereka menjalani off season. Jika memiliki cedera pada otaknya selama bermain sepakbola namun cidera tersebut bisa hilang dalam 6 bulan masa istirahat, hal itu bukanlah masalah," imbuh peneliti dari Universitas Sekolah Kedokteran dan Kedokteran Gigi Rochester di Rochester, New York.
Namun ternyata, hasil yang didapat berbeda dari yang diperkirakan. Kondisi otak pemain sepakbola yang telah menjalani off season dinilai belum pulih jika dibandingkan dengan kondisi otak pria yang tidak berolahraga. Melihat hasil ini, para peneliti mengindikasikan bahwa kondisi seperti ini dapat berkembang pada chronic traumatic encephalopathy (CTE).
Mengomentari hasil penelitian ini, Dr Michael O'Brien, seorang dokter dari Sport Concussion Clinic di Rumah Sakit Anak Boston Amerika menyatakan bahwa penelitian hanyalah langkah awal sebuah penelitian dan perlu diteliti lebih jauh. Meski ia menyarankan kepada semua orang agar tidak panik dan khawatir berlebihan atas hasil penelitian ini.











































