Menurut dr Wismandari Wisnu, SpPD-KEMD, dokter dari Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, untuk mengobati dan menghilangkan kanker tiroid, awalnya memang harus dilakukan dengan operasi pengangkatan kelenjar tiroid. "Pengobatan untuk kanker tiroid memang melalui operasi. Namun setelah itu ada rentetannya lagi untuk memastikan kankernya tidak menyebar dan tidak ada sisa," tutur dr Wismandari kepada detikHealth dan ditulis pada Senin (21/4/2014).
Kendati demikian, dr Wismandari menambahkan bahwa operasi yang dilakukan pada pasien kanker tiroid tidak seperti operasi yang harus dilakukan 'terburu-buru'. Maksudnya, dokter pasti akan memberikan waktu dan menunggu pasien untuk benar-benar sudah siap dilakukan pembedahan. "Karena kanker tiroid ini kan tumbuhnya lambat, jadi dokter akan menunggu kesiapan pasien untuk melakukan operasi. Jadi kami akan beri edukasi dulu pastinya," terangnya.
Mengenai rentetan yang harus dilakukan setelah operasi, dr Wismandari menjelaskan bahwa nuklir adalah contoh rentetan yang harus dilakukan. Hal ini memang cukup berbeda dengan jenis kanker lainnya, di mana biasanya kanker identik diatasi melalui kemoterapi. Lantas apakah itu tandanya kanker tiroid tidak bisa diatas dengan kemoterapi?
"Kemo itu kan juga tergantung dari individual. Ketika resisten terhadap kemo, maka kemo tidak dapat dilakukan. Akhirnya dilakukanlah nuklir untuk memastikan kankernya tidak ada sisa," ungkap dr Wismandari.
Meski demikian, nuklir bukan menjadi satu-satunya yang harus dilakukan pasien kanker tiroid setelah melakukan operasi pembedahan tiroid. Selain nuklir, pasien kanker tiroid juga harus melakukan terapi sulih hormon tiroid yang harus dilakukannya selama seumur hidup.
(vit/vit)











































