Rokok Elektrik Makin Populer, Tapi Kasus Cederanya Juga Makin Banyak

Rokok Elektrik Makin Populer, Tapi Kasus Cederanya Juga Makin Banyak

- detikHealth
Senin, 21 Apr 2014 18:01 WIB
Rokok Elektrik Makin Populer, Tapi Kasus Cederanya Juga Makin Banyak
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Washington - Sebagai salah satu alternatif merokok, rokok elektrik kian populer. Rasanya yang bermacam-macam menjadikan rokok elektrik tak hanya populer di kalangan orang dewasa, namun juga anak-anak dan remaja. Akan tetapi, kepopuleran rokok elektrik tersebut ternyata diimbangi pula dengan semakin banyaknya angka kecelakaan akibat produk tersebut.

Data yang dimiliki Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengatakan bahwa selama bulan Maret 2013 hingga Maret 2014 terdapat lebih dari 50 keluhan tentang rokok elektrik. Hal ini sama dengan jumlah laporan terhadap kasus yang sama dalam waktu 5 tahun terakhir.

Memang belum bisa ditentukan bahwa penyebab cedera dan masalah kesehatan lainnya tersebut berasal dari kebiasaan vaping. Namun laporan dari Centers for Disease Control and Prevention yang mengatakan terdapat peningkatan kasus keracunan akibat rokok elektrik membuat FDA merasa kecolongan.

"Peningkatan kasus cedera dan keracunan karena rokok elektrik membuat kami berpikir bahwa tentunya ada sesuatu hal yang salah disini," tutur David Ashley, direktur bidang science di divisi tembakau FDA seperti dikutip dari Reuters, Senin (21/4/2014).

FDA memang sudah siap mengeluarkan peraturan tentang rokok elektrik dan alat-alat hisap lainnya. Desakan tentang keharusan adanya regulasi yang mengatur tentang pemakaian e-cigarete atau rokok elektrik datang dari korban produk yang pertama kali ditemukan di Cina tersebut.

Seorang yang tidak disebutkan namanya membuat laporan tertulis kepada FDA. Ia mengisahkan bahwa dirinya sedang berada di restoran, ketika tiba-tiba ada asap tebal hasil hembusan rokok elektrik dari meja sebelahnya.

"Tiba-tiba aku merasa pusing, mataku mulai berair dan akhirnya aku memutuskan untuk membawa pulang makananku karena jantungku mulai berdetak kencang," tulisnya.

Keluhan lain datang dari seorang ibu yang juga tak disebutkan namanya. Ia mengatakan bahwa suara anaknya berubah menjadi serak setelah sang suami menghisap rokok elektrik dengan bebas di dalam mobil ketika mereka bepergian.

"Ia selalu mengatakan bahwa rokok elektrik tidak berbahaya karena asapnya hanyalah uap air. Akan tetapi aku merasa itu bohong setelah anakku yang berusia 4 tahun tiba-tiba bersuara serak dan aku mengalami kesulitan bernapas dan pusing setelah menghisap uap dari rokok elektrik suamiku," katanya.

(vit/vit)

Berita Terkait