Hii, Staf RS Palsukan Hasil Mammogram 1.289 Pasien

Hii, Staf RS Palsukan Hasil Mammogram 1.289 Pasien

- detikHealth
Selasa, 22 Apr 2014 09:23 WIB
Hii, Staf RS Palsukan Hasil Mammogram 1.289 Pasien
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Georgia, AS - Seorang mantan staf di sebuah rumah sakit di AS divonis enam bulan penjara setelah memalsukan hasil mammogram atau tes untuk mengetahui risiko kanker payudara. Akibat kesalahannya ini, dua pasien meninggal dunia.

Tak tanggung-tanggung, yang dipalsukan adalah hasil mammogram dari 1.289 pasien. 10 wanita di antaranya mendapatkan diagnosis yang keliru dan dari ke-10 pasien ini ada dua orang yang dinyatakan meninggal dunia karena tidak tahu-menahu jika tengah mengidap kanker payudara.

Staf Perry Hospital di Georgia bernama Rachael Rapraeger tersebut seenaknya mengatakan kepada pasien bahwa hasil mammogram mereka negatif sehingga mereka tidak mengidap kanker payudara, padahal dokter sama sekali belum me-review hasil pemeriksaan tersebut.

Salah satu dari korban bernama Sharon Holmes mengisahkan bagaimana Rachael telah memalsukan hasil mammogramnya. Hasil tes tersebut diberikan Rachael kepadanya pada bulan Desember 2009.

Namun dua bulan kemudian, Sharon mengetahui bahwa ia ternyata mengidap kanker payudara dan kanker itu telah menyebar ke kelenjar getah beningnya. Beruntung karena buru-buru ditangani, kanker Sharon tak kembali lagi dalam kurun tiga tahun belakangan. Kendati begitu kebenciannya pada Rachael tak hilang begitu saja. Ia pun dihadirkan dalam persidangan Rachael dan diberi kesempatan menyampaikan pernyataannya.

"Saya bukanlah sekadar nama yang tertera di atas sehelai kertas, saya ini manusia. Anda bisa saja membuat keputusan yang berbeda dan saya ataupun keluarga saya takkan hidup dalam mimpi buruk ini," tuturnya seperti dikutip dari CNN, Selasa (22/4/2014).

Selain mendekam di bui, Rachael juga diganjar hukuman percobaan selama 10 tahun dan denda sebesar 12.500 dollar AS (sekitar Rp 143 juta). Rachael juga tidak diperkenankan bekerja di bidang kesehatan dalam kurun 10 tahun ke depan.

Salah satu dari dua korban yang meninggal dan tak sempat memberikan kesaksian adalah Miriam Mizell. Wanita tersebut dinyatakan meninggal dunia karena kanker payudara pada bulan Januari 2012 pada usia 63 tahun.

Pada bulan September 2012, Miriam sempat diwawancarai dan mengungkapkan bahwa pada tahun 2008, Rachael mengatakan dari hasil mammogramnya, Miriam dinyatakan bersih dari kanker. Namun pada musim semi 2010, Miriam mendapat kesempatan mammogram gratis dari sebuah instansi dan dari situlah ia dinyatakan positif mengidap kanker.

"Jadi dari awal saya sudah dibohongi," katanya waktu itu.

Kendati begitu, pengacara Rachael, Frank Buford beralasan kliennya 'terpaksa' mengatakan kepada pasien bahwa hasil mammogramnya negatif semata karena ingin menyenangkan atasannya. Menurutnya, sang klien juga dibebani terlalu banyak pekerjaan di rumah sakit tempatnya bekerja.

(lil/vta)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads