Selasa, 22 Apr 2014 13:39 WIB

Wah, Cerutu Juga Mulai Dihisap Oleh Anak-anak dan Remaja

- detikHealth
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Penurunan jumlah anak-anak yang merokok tembakau memang terjadi secara signifikan di Amerika Serikat. Akan tetapi penurunan tersebut bukan kabar menyenangkan. Sebabnya, penurunan jumlah perokok tembakau pada anak-anak diiringi dengan peningkatan pada penggunaan rokok elektrik dan cerutu.

Cristine D. Delnevo dari Rutgers Cancer Institute of New Jersey mengatakan bahwa peningkatan jumlah anak-anak dan remaja yang merokok cerutu disebabkan oleh rasanya yang kini mulai bervariasi. Mulai dari rasa permen karet, cokelat, hingga rasa permen.

"Cerutu adalah produk tembakau yang rasanya paling bervariasi dari seluruh produk tembakau. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa industri rokok menggunakan berbagai macam rasa untuk menarik pasar anak-anak dan remaja," papar Delnevo seperti dikutip dari Reuters dan ditulis Selasa (22/4/2014).

Penelitian yang dilakukan Delnevco bersama National Institute of Health menemukan bahwa 8 persen pria dan 2 persen wanita mengatakan bahwa mereka merokok cerutu minimal satu batang dalam 30 hari terakhir. Persentase paling tinggi muncul dari grup usia 18-25 tahun, di mana 11 persen mengaku mengisap satu batang cerutu dalam 30 hari terakhir.

Penielitian mengambil 6700 sampel pria dan wanita berusia 12 tahun ke atas tersebut juga menemukan bahwa tiga per empat perokok cerutu memilih merek yang mempunyai banyak rasa. Tak hanya itu, merek tersebut sangat populer di kalangan wanita, warga keturunan Afrika-Amerika dan orang-orang berusia di bawah 35 tahun.

"Penting untuk diingat bahwa anak-anak dan remaja mencoba berbagai macam produk tembakau, bukan hanya rokok. Data terbaru dari National Youth Tobacco Survey bahkan mengatakan bahwa rata-rata jumlah pengguna rokok dan cerutu tidak berbeda banyak pada remaja laki-laki," sambung Delnevo yang menjabat sebagai direktur Center for Tobacco Surveillanve & Evaluation Research tersebut.

Bahaya cerutu yang mengancam anak-anak dan remaja juga diwaspadai oleh Brian King, ahli epodemiologi dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika. Menurutnya, cerutu yang mempunyai rasa lebih menggoda bagi anak muda sebagai pengganti rokok tembakau.

"Cerutu kecil atau cigarillos mempunyai ukuran, bentuk dan filter yang sama seperti rokok. Mereka hanyalah rokok yang sedang menyamar," papar King.

King juga menyoroti perbedaan pajak pada rokok tembakau dan cerutu. Menurutnya salah satu faktor mengapa cerutu mengalami peningkatan pengguna sekaligus penjualan adalah karena harganya yang lebih murah daripada rokok tembakau.

"Di banyak negara bagian, produk ini bisa dibeli dengan uang receh. Padahal kita seharusnya menyamakan peraturan untuk rokok dan cerutu. Harus diingat bahwa cerutu bukanlah alternatif pengganti rokok, mereka sama-sama berbahaya," pungkas King.



(vta/vta)
News Feed