Bakal Ada Tes Tertulis untuk Siswa 4 Tahun, Guru-guru Ancam Boikot

Bakal Ada Tes Tertulis untuk Siswa 4 Tahun, Guru-guru Ancam Boikot

- detikHealth
Rabu, 23 Apr 2014 20:02 WIB
Bakal Ada Tes Tertulis untuk Siswa 4 Tahun, Guru-guru Ancam Boikot
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Pemerintah Inggris merencanakan untuk mengadakan tes tertulis bagi calon siswa sebelum masuk sekolah dasar. Rencananya tes tersebut dilakukan ketika siswa berusia 4 tahun. Perihal rencana adanya tes ini, guru-guru di Inggris mengancam akan melakukan boikot.

"Melakukan tes formal seperti itu akan membuat anak terbebani dengan perasaan takut gagal. Selain itu, hak anak untuk bermain secara bebas pun akan terenggut," papar Ros McNeil, perwakilan dari The National Union of Teacher seperti dilansir BBC dan ditulis pada Rabu (24/4/2014).

McNeil juga memaparkan bahwa jika rencana peraturan tentang tersebut jadi terbit pada tahun 2016, bukan tidak mungkin guru-guru di Inggris akan melakukan boikot. McNeil menambahkan bahwa keputusan tentang adanya tersebut hanyalah keputusan politis yang dilakukan pemerintah tanpa menghitung efek buruk yang akan terjadi pada anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peraturan merupakan kampanye masal yang dilakukan pemerintah untuk membela kepentingan golongan tertentu, merampas hak bermain anak serta merusak perkembangan mental mereka," papar McNeil lagi.

BBC menuliskan bahwa sebenarnya, sebagian besar sekolah di Inggris memang sudah melakukan tes tertulis untuk kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Sekolah melalui kementerian Pendidikan beranggapan bahwa tes ini diperlukan untuk mengukur kemampuan anak ketika akan masuk sekolah.

Alasan lainnya adalah dengan tes ini, siswa yang sudah lulus sekolah dasar diharapkan akan mampu berkembang lebih cepat di sekolah menengah lanjutannya. Dengan begitu, standar kualifikasi sekolah dan siswa otomatis akan meningkat.

"Sekolah dasar bertanggung jawab terhadap kemampuan murid-murid mereka ketika akan masuk sekolah menengah lanjuta. Karena itu tes ini diperlukan agar siswa minimal mengetahui 85 persen materi yang diajarkan ketika ada di sekolah dasar," ujar salah satu perwakilan Kementerian Pendidikan Inggris yang tak disebut namanya.

Kebijakan yang terlalu menitikberatkan pada belajar ini mendapat kecaman keras. Hazel Danson, salah satu guru asal Huddersfield, mengatakan bahwa jajaran kementerian pendidikan menunjukkan bahwa mereka tidak memahami apa itu proses belajar bagi anak.

"Kegiatan bermain menggunakan pasir dan air atau mengizinkan anak mengendarai sepeda dan bermain di luar rumah, membantu mereka mengembangkan kemampuan fisik dan koordinasi tubuh. Suatu kemampuan yang dibutuhkan jika mereka ingin memegang bolpoin," papar Danson.

(vit/vit)

Berita Terkait