Terkait hal ini, dikatakan dokter spesialis orthopaedi dr Benedictus Megaputera, MSi, SpOT, udara dingin memang dapat memicu timbulnya nyeri sendi, tetapi hal ini ini bukan disebabkan oleh udara dingin itu sendiri. Melainkan karena terjadinya perubahan tekanan udara (barometrik) di saat udara dingin.
"Pada saat tekanan udara menurun, jaringan tubuh pun mengembang dan mengembangnya jaringan inilah yang menyebabkan timbulnya rasa nyeri," tutur pria yang akrab disapa dr Mega ini kepada detikHealth, Kamis (24/4/2014).
Untuk mengatasi hal ini, menurut dr Mega perlu adanya perubahan tekananan udara menjadi tidak terlalu besar bagi tubuh. Caranya, dengan masuk ke dalam ruang yang hangat atau menutup tubuh dengan pakaian tebal yang hangat.
Namun, jika keluhan nyeri sendi terjadi di usia yang relatif muda, kemungkinan ada indikasi penyakit Rheumatoid Arthritis (RA) dan Systemic Lupus Eritematosus (SLE) di mana keduanya merupakan penyakit peradangan sendi akibat proses gangguan sistem kekebalan tubuh.
Meski demikian, ditekankan dr Mega, untuk mendiagnosis keluhan ini, perlu dikumpulkan informasi misalnya di bagian sendi mana rasa nyeri itu muncul, bagaimana intensitas nyeri, serta adakah perubahan bentuk dan gangguan gerak sendi.
"Perlu juga dilakukan pemeriksaan fisik dan penunjang. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan melihat di lokasi mana saja keluhan ini timbul, memeriksa rentang gerak sendi dan memeriksa apakah ada perubahan bentuk sendi," terang dr mega.
Sedangkan, pemeriksaan penunjang dilakukan melalui pemeriksaan darah, foto rontgen (xray) yang bertujuan untuk mengetahui kondisi tulang/sendi, serta pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) bertujuan untuk mengetahui keadaan struktur jaringan lunak.











































