Darah Petualang Bisa Jadi Modal Penting Dokter PTT di Daerah Terpencil

Darah Petualang Bisa Jadi Modal Penting Dokter PTT di Daerah Terpencil

- detikHealth
Senin, 28 Apr 2014 18:20 WIB
Darah Petualang Bisa Jadi Modal Penting Dokter PTT di Daerah Terpencil
Salah satu dokter di pedalaman Afrika/dok. CNN
Jakarta - Darah petualang bisa menjadi modal yang sangat penting bagi para dokter/dokter gigi pegawai tidak tetap (PTT) yang akan ditugaskan ke daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi saat melepas 405 orang dokter/dokter gigi PTT di Kantor Kemenkes, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta (28/4/2014). Sebab, menurut Nafsiah, dengan berjiwa petualang, seseorang akan melihat apapun di dunia sebagai sesuatu yang memiliki kemungkinan luar biasa untuk mengembangkan kemampuan yang ada.

"Kalau saudara tidak mau ke kota terpencil, saya lihat hanya ada di kabupaten/kota. Awas kau, saya hantui, karena di tempat terpencil itu butuh para adventurer seperti kalian ini," imbuh Nafsiah sembari tertawa.

Saat akan ditempatkan di daerah terpencil diakui Nafsiah pasti ada rasa takut misalnya terkait keamanan di daerah tempat para dokter ini mengabdikan diri. Tetapi, yang perlu diingat adalah belum pernah ada orang yang mencelakai dokter kecuali dia tidak bisa bekerja dengan baik.

"Kalau dokter melayani masyarakat, mereka akan membela kita. Jangan takut kelaparan juga karena tidak ada dokter kelaparan saat ditugaskan di daerah, meskipun itu terpencil atau sangat terpencil," kata Nafsiah.

Jumlah dokter umum PTT tahun ini yakni 238 orang dengan 148 dokter ditempatkan di daerah terpencil dan 90 orang di daerah sangat terpencil. Untuk dokter gigi, dari 167 peserta, 95 orang ditempatkan di daerah terpencil dan 72 orang di daerah sangat terpencil.

Untuk dokter gigi, ada tempat yang tidak diminati yaitu Papua, padahal masih membutuhkan sekitar 150 dokter gigi. Masalah tempat tinggal bagi dokter PTT dikatakan Nafsiah sudah dijamin pemerintah daerah.

"Kalau gaji terlambat, bisa complain ke kepala biro umum. Gaji dokter di daerah terpencil Rp 5 juta sedangkan untuk daerah sangat terpencil Rp 7 juta. Tunjangan daerah tergantung dari Pemda masing-masing," imbuh Nafsiah.

Di Indonesia, secara teoritis, per 100.000 penduduk dibutuhkan 40 dokter. Namun kenyataannya, terkadang ada 20-30 dokter di satu kabupaten/kota sedangkan puskesmas di wilayah lain tidak ada dokter. Hal ini menurut Nafsiah hanya terkendala pemerataan tenaga dokter yang ada.

"Untuk jumlah tidak masalah, seperti dokter PTT kapasitas 300 orang tapi yang daftar ternyata 800 orang," pungkas Nafsiah.

(rdn/vit)

Berita Terkait