Wabah Kolera yang Mematikan Dikhawatirkan Kembali Menyerang Haiti

Wabah Kolera yang Mematikan Dikhawatirkan Kembali Menyerang Haiti

- detikHealth
Selasa, 29 Apr 2014 10:43 WIB
Wabah Kolera yang Mematikan Dikhawatirkan Kembali Menyerang Haiti
Foto: AFP/Getty
Jakarta - Oktober 2010 lalu, wabah kolera menyerang Haiti. Saat itu, lebih dari 8000 orang tewas dan ratusan ribu lainnya sakit akibat terjangkiti bakteri. Kini, wabah mematikan itu dikhawatirkan dapat kembali menyerang Haiti.

Kolera merupakan penyakit infeksi usus yang bersifat akut. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae yang berkembang biak dan menyebar melalui kotoran manusia. Bakteri tersebut dapat menyebar dengan sangat cepat melalui air dan makanan yang telah tercemari.

Korban yang terinfeksi akan terserang diare yang disertai dengan muntah hebat. Mereka bisa tewas hanya dalam beberapa jam jika tidak tertangani. Namun sebaliknya, korban dapat diselamatkan jika mendapat pertolongan berupa rehidrasi atau penggantian cairan tubuh yang hilang.

"Seorang pasien kolera mensekresikan bakteri kolera dalam jumlah banyak. Jika kotoran itu masuk ke dalam air atau pasokan makanan dan orang lain mengonsumsinya, maka mereka juga akan sakit dan mereka akan mengontaminasi lebih banyak lagi air dan makanan," terang Dr Eric Mintz, pakar epidemiologi di Pusat Pencegahan dan pengendalian Penyakit di Atlanta.

Saat itu, penelitian independen menemukan bahwa pemicu wabah kolera di haiti adalah pasukan penjaga perdamaian PBB yang membuang feses secara serampangan. Feses tersebut kemudian berakumulasi di Sungai Artibonite di mana orang biasa mandi. Sedangkan pihak PBB melaporkan bahwa penyebabnya adalah bakteri yang muncul dari akivitas manusia, yang persebarannya dipicu oleh sistem perairan, sanitasi, dan layanan kesehatan yang buruk.

Terlepas dari penyebab sebenarnya, Mintz menuturkan bahwa wabah itu dapat menyerang kembali, terutama di daerah yang belum pernah terserang wabah kolera.

"Itu bisa terjadi lagi, terutama di negara di mana orang belum banyak terserang kolera. Pasalnya mereka tidak memiliki pengalaman untuk dapat mengenalinya. Mereka juga mungkin tidak tahu bagaimana cara mengatasinya," ujar Mintz seperti diberitakan CNN dan ditulis pada Selasa (29/4/2014).

Kesadaran dan pengetahuan masyarakat Haiti di bidang kesehatan memang masih tergolong rendah. Tahun 2010 lalu, sebagain besar masyarakat justru menyalahkan para dukun Voodoo atas mewabahnya kolera. Para dukun dianggap menaburkan serbuk berisi mantra jahat yang menyebabkan penyakit tersebut. Dalam upaya pencegahan, kini para dokter baru di Haiti diberi pelatihan mengenai wabah kolera.

(vit/vit)

Berita Terkait