Padahal tentu saja tidak seperti itu. dr Andreas Prasadja RPSGT dari RS Mitra Kemayoran pun menanggapi hal tersebut dengan bercanda. Menurutnya jika benar lebam dan memar muncul karena dijilat setan, sudah pasti dokter tidak sanggup untuk menyembuhkannya.
"Kalau memang dijilat setan, kita sebagai dokter tentunya tidak bisa memberikan jawaban dong. Kan kita nggak belajar tentang setan, ha ha ha," ujar dokter yang memang terkenal penuh humor tersebut ketika dihubungi detikHealth, dan ditulis pada Selasa (29/4/2014).
Nah pembaca, lebam dan memar yang muncul secara misterius tersebut ternyata bukan muncul karena dijilat setan. Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, berikut beberapa penyebab munculnya lebam dan memar secara tiba-tiba di tubuh Anda.
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
1. Kondisi Pembuluh Darah
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Namun tak hanya mereka yang sudah tua yang mempunyai pumbuluh darah yang lemah. dr Ronald mengatakanbahwa kekurangan kalsium, vitamin C, zat besi danmineral lain dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih tipis. Untuk menghindarinya, dr Ronald menyarankan agar mencukupi kebutuhkan mineral dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.
"Kekurangan zat besi diketahui membuat lemas, atau anemia. Padahal tidak hanya itu, kekurangan zat besi juga membuat tubuh jadi lebih mudah lebam dan memar. Jangan lupa pula konsumsi kalsium dan vitamin C yang dapat memperkuat dinding pembuluh darah," urainya.
1. Kondisi Pembuluh Darah
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
Namun tak hanya mereka yang sudah tua yang mempunyai pumbuluh darah yang lemah. dr Ronald mengatakanbahwa kekurangan kalsium, vitamin C, zat besi danmineral lain dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih tipis. Untuk menghindarinya, dr Ronald menyarankan agar mencukupi kebutuhkan mineral dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.
"Kekurangan zat besi diketahui membuat lemas, atau anemia. Padahal tidak hanya itu, kekurangan zat besi juga membuat tubuh jadi lebih mudah lebam dan memar. Jangan lupa pula konsumsi kalsium dan vitamin C yang dapat memperkuat dinding pembuluh darah," urainya.
2. Posisi Tidur
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
"Jadi lebam dan memar tersebut bisa saja muncul karena pembuluh darah pecah akibat pressure di satu sisi. Misalnya posisi tidurnya kurang baik, hanya miring ke satu sisi, pembuluh darah di sisi tersebut akan tertekan dan akhirnya pecah," ungkap dr Ronald kepada detikHealth.
Hal senada juga diungkapkan oleh pakar tidur dr Andreas Prasadja, RPSGT. Menurutnya posisi tidur yang kurang baik memang dapat menyebabkan terjadinya lebam dan memar pada tangan, kaki, atau paha seseorang.
"Ya memang posisi tidur berpengaruh. Misalnya posisi tidurnya kurang baik sehingga pembuluh darahnya tertekan. Atau tidurnya gerak-gerak sehingga tanpa sadar terbentur ketika tidur," ujar pria yang akrab disapa dr Ade itu.
2. Posisi Tidur
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
"Jadi lebam dan memar tersebut bisa saja muncul karena pembuluh darah pecah akibat pressure di satu sisi. Misalnya posisi tidurnya kurang baik, hanya miring ke satu sisi, pembuluh darah di sisi tersebut akan tertekan dan akhirnya pecah," ungkap dr Ronald kepada detikHealth.
Hal senada juga diungkapkan oleh pakar tidur dr Andreas Prasadja, RPSGT. Menurutnya posisi tidur yang kurang baik memang dapat menyebabkan terjadinya lebam dan memar pada tangan, kaki, atau paha seseorang.
"Ya memang posisi tidur berpengaruh. Misalnya posisi tidurnya kurang baik sehingga pembuluh darahnya tertekan. Atau tidurnya gerak-gerak sehingga tanpa sadar terbentur ketika tidur," ujar pria yang akrab disapa dr Ade itu.
3. Kekurangan Trombosit
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
"Kalau kurang trombosit itu biasanya kecil-kecil warnanya kemerahan seperti demam berdarah. Kalau lebam dan memarnya besar ya harus dilihat lebih dalam lagi penyebabnya," ujar dokter yang juga praktik di RS Puri Indah dan Pondok Indah tersebut.
3. Kekurangan Trombosit
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
"Kalau kurang trombosit itu biasanya kecil-kecil warnanya kemerahan seperti demam berdarah. Kalau lebam dan memarnya besar ya harus dilihat lebih dalam lagi penyebabnya," ujar dokter yang juga praktik di RS Puri Indah dan Pondok Indah tersebut.
4. Kelainan Plasma Darah
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
"Faktor lainnya adalah adanya kelainan pada plasma (cairan) darah sehingga ada gangguan pada proses pembekuan darahnya. Hal itu terjadi karena ada protein yang hilang pada susunan plasma tersebut dan biasanya bersifat genetik atau keturunan," ujar dokter yang juga praktik di RS Puri Indah dan Pondok Indah itu lagi.
Kelainan pada protein di cairan darah yang menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah sering dikaitkan dengan hemofilia. Hemofilia adalah kondisi di mana cairan darah tidak mempunya protein khusus yang membuat pembekuan darah terhambat. Pada hemofilia, pengidap biasanya sering sekali mengeluarkan darah secara tiba-tiba tanpa sebab.
4. Kelainan Plasma Darah
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
"Faktor lainnya adalah adanya kelainan pada plasma (cairan) darah sehingga ada gangguan pada proses pembekuan darahnya. Hal itu terjadi karena ada protein yang hilang pada susunan plasma tersebut dan biasanya bersifat genetik atau keturunan," ujar dokter yang juga praktik di RS Puri Indah dan Pondok Indah itu lagi.
Kelainan pada protein di cairan darah yang menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah sering dikaitkan dengan hemofilia. Hemofilia adalah kondisi di mana cairan darah tidak mempunya protein khusus yang membuat pembekuan darah terhambat. Pada hemofilia, pengidap biasanya sering sekali mengeluarkan darah secara tiba-tiba tanpa sebab.
5. Benturan Tak Disadari
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
"Benturan tersebut bisa saja terjadi ketika tidur, sehingga ketika bangun baru kita menaydarinya. Sebab lain adalah benturan sebenarnya sudah terjadi ketika kita terjaga atau beraktivitas, namun kita tidak sadar. Begitu besoknya bangun tidur baru sadar deh," tutur dr Ade.
5. Benturan Tak Disadari
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
"Benturan tersebut bisa saja terjadi ketika tidur, sehingga ketika bangun baru kita menaydarinya. Sebab lain adalah benturan sebenarnya sudah terjadi ketika kita terjaga atau beraktivitas, namun kita tidak sadar. Begitu besoknya bangun tidur baru sadar deh," tutur dr Ade.
6. Sleepwalking
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
"Ya bisa saja dia terbentur menabrak kursi atau tempat tidur ketika sleepwalking kan. Jadi begitu bangun kaget ada memar karena semalam terbentur tapi dia tidak sadar," tutur dr Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran.
6. Sleepwalking
|
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
|
"Ya bisa saja dia terbentur menabrak kursi atau tempat tidur ketika sleepwalking kan. Jadi begitu bangun kaget ada memar karena semalam terbentur tapi dia tidak sadar," tutur dr Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran.
Halaman 2 dari 14











































