Daftar Penyebab Lebam dan Memar 'Dijilat Setan'

Daftar Penyebab Lebam dan Memar 'Dijilat Setan'

- detikHealth
Selasa, 29 Apr 2014 12:41 WIB
Daftar Penyebab Lebam dan Memar Dijilat Setan
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Munculnya lebam dan memar misterius di tubuh memang membingungkan. Sebagian besar orang zaman dahulu pun mengaitkannya dengan hal-hal berbau mitos, sehingga muncullah istilah memar dan lebam tersebut karena dijilat setan.

Padahal tentu saja tidak seperti itu. dr Andreas Prasadja RPSGT dari RS Mitra Kemayoran pun menanggapi hal tersebut dengan bercanda. Menurutnya jika benar lebam dan memar muncul karena dijilat setan, sudah pasti dokter tidak sanggup untuk menyembuhkannya.

"Kalau memang dijilat setan, kita sebagai dokter tentunya tidak bisa memberikan jawaban dong. Kan kita nggak belajar tentang setan, ha ha ha," ujar dokter yang memang terkenal penuh humor tersebut ketika dihubungi detikHealth, dan ditulis pada Selasa (29/4/2014).

Nah pembaca, lebam dan memar yang muncul secara misterius tersebut ternyata bukan muncul karena dijilat setan. Dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, berikut beberapa penyebab munculnya lebam dan memar secara tiba-tiba di tubuh Anda.

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)

1. Kondisi Pembuluh Darah

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
dr Ronald Hukom SpPD, KHOM dari RS Kanker Dharmais mengatakan bahwa kondisi pembuluh darah yang lemah dapat menjadi pemicu munculnya memar dan lebam secara tiba-tiba pada tubuh. Ia menuturkan bahwa biasanya kondisi tersebut terjadi pada orang dengan usia 50 tahun ke atas.

Namun tak hanya mereka yang sudah tua yang mempunyai pumbuluh darah yang lemah. dr Ronald mengatakanbahwa kekurangan kalsium, vitamin C, zat besi danmineral lain dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih tipis. Untuk menghindarinya, dr Ronald menyarankan agar mencukupi kebutuhkan mineral dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.

"Kekurangan zat besi diketahui membuat lemas, atau anemia. Padahal tidak hanya itu, kekurangan zat besi juga membuat tubuh jadi lebih mudah lebam dan memar. Jangan lupa pula konsumsi kalsium dan vitamin C yang dapat memperkuat dinding pembuluh darah," urainya.

1. Kondisi Pembuluh Darah

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
dr Ronald Hukom SpPD, KHOM dari RS Kanker Dharmais mengatakan bahwa kondisi pembuluh darah yang lemah dapat menjadi pemicu munculnya memar dan lebam secara tiba-tiba pada tubuh. Ia menuturkan bahwa biasanya kondisi tersebut terjadi pada orang dengan usia 50 tahun ke atas.

Namun tak hanya mereka yang sudah tua yang mempunyai pumbuluh darah yang lemah. dr Ronald mengatakanbahwa kekurangan kalsium, vitamin C, zat besi danmineral lain dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih tipis. Untuk menghindarinya, dr Ronald menyarankan agar mencukupi kebutuhkan mineral dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.

"Kekurangan zat besi diketahui membuat lemas, atau anemia. Padahal tidak hanya itu, kekurangan zat besi juga membuat tubuh jadi lebih mudah lebam dan memar. Jangan lupa pula konsumsi kalsium dan vitamin C yang dapat memperkuat dinding pembuluh darah," urainya.

2. Posisi Tidur

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
dr Ronald menjelaskan bahwa posisi tidur juga berpengaruh terhadap munculnya lebam dan memar pada tubuh seseorang. Jika seseorang tidak tidur dengan posisi yang baik, bisa saja ada pembuluh darah yang tertekan hingga pecah.

"Jadi lebam dan memar tersebut bisa saja muncul karena pembuluh darah pecah akibat pressure di satu sisi. Misalnya posisi tidurnya kurang baik, hanya miring ke satu sisi, pembuluh darah di sisi tersebut akan tertekan dan akhirnya pecah," ungkap dr Ronald kepada detikHealth.

Hal senada juga diungkapkan oleh pakar tidur dr Andreas Prasadja, RPSGT. Menurutnya posisi tidur yang kurang baik memang dapat menyebabkan terjadinya lebam dan memar pada tangan, kaki, atau paha seseorang.

"Ya memang posisi tidur berpengaruh. Misalnya posisi tidurnya kurang baik sehingga pembuluh darahnya tertekan. Atau tidurnya gerak-gerak sehingga tanpa sadar terbentur ketika tidur," ujar pria yang akrab disapa dr Ade itu.

2. Posisi Tidur

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
dr Ronald menjelaskan bahwa posisi tidur juga berpengaruh terhadap munculnya lebam dan memar pada tubuh seseorang. Jika seseorang tidak tidur dengan posisi yang baik, bisa saja ada pembuluh darah yang tertekan hingga pecah.

"Jadi lebam dan memar tersebut bisa saja muncul karena pembuluh darah pecah akibat pressure di satu sisi. Misalnya posisi tidurnya kurang baik, hanya miring ke satu sisi, pembuluh darah di sisi tersebut akan tertekan dan akhirnya pecah," ungkap dr Ronald kepada detikHealth.

Hal senada juga diungkapkan oleh pakar tidur dr Andreas Prasadja, RPSGT. Menurutnya posisi tidur yang kurang baik memang dapat menyebabkan terjadinya lebam dan memar pada tangan, kaki, atau paha seseorang.

"Ya memang posisi tidur berpengaruh. Misalnya posisi tidurnya kurang baik sehingga pembuluh darahnya tertekan. Atau tidurnya gerak-gerak sehingga tanpa sadar terbentur ketika tidur," ujar pria yang akrab disapa dr Ade itu.

3. Kekurangan Trombosit

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
dr Ronald mengatakan bahwa jika tubuh kekurangan trombosit, biasanya akan muncul bercak-bercak merah persis seperti gejala penyakit demam berdarah. Bercak tersebut bisa muncul dimana saja pada area tubuh, termasuk tangan, kaki, dan paha. Bercak tersebut ukurannya kecil dan biasanya berjumlah banyak.

"Kalau kurang trombosit itu biasanya kecil-kecil warnanya kemerahan seperti demam berdarah. Kalau lebam dan memarnya besar ya harus dilihat lebih dalam lagi penyebabnya," ujar dokter yang juga praktik di RS Puri Indah dan Pondok Indah tersebut.

3. Kekurangan Trombosit

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
dr Ronald mengatakan bahwa jika tubuh kekurangan trombosit, biasanya akan muncul bercak-bercak merah persis seperti gejala penyakit demam berdarah. Bercak tersebut bisa muncul dimana saja pada area tubuh, termasuk tangan, kaki, dan paha. Bercak tersebut ukurannya kecil dan biasanya berjumlah banyak.

"Kalau kurang trombosit itu biasanya kecil-kecil warnanya kemerahan seperti demam berdarah. Kalau lebam dan memarnya besar ya harus dilihat lebih dalam lagi penyebabnya," ujar dokter yang juga praktik di RS Puri Indah dan Pondok Indah tersebut.

4. Kelainan Plasma Darah

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Faktor lain yang menyebabkan lebam dan memar adalah kelainan pada plasma atau cairan darah yang menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah. dr Ronald mengatakan bahwa biasanya gangguan tersebut bersifat genetik atau keturunan.

"Faktor lainnya adalah adanya kelainan pada plasma (cairan) darah sehingga ada gangguan pada proses pembekuan darahnya. Hal itu terjadi karena ada protein yang hilang pada susunan plasma tersebut dan biasanya bersifat genetik atau keturunan," ujar dokter yang juga praktik di RS Puri Indah dan Pondok Indah itu lagi.

Kelainan pada protein di cairan darah yang menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah sering dikaitkan dengan hemofilia. Hemofilia adalah kondisi di mana cairan darah tidak mempunya protein khusus yang membuat pembekuan darah terhambat. Pada hemofilia, pengidap biasanya sering sekali mengeluarkan darah secara tiba-tiba tanpa sebab.

4. Kelainan Plasma Darah

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Faktor lain yang menyebabkan lebam dan memar adalah kelainan pada plasma atau cairan darah yang menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah. dr Ronald mengatakan bahwa biasanya gangguan tersebut bersifat genetik atau keturunan.

"Faktor lainnya adalah adanya kelainan pada plasma (cairan) darah sehingga ada gangguan pada proses pembekuan darahnya. Hal itu terjadi karena ada protein yang hilang pada susunan plasma tersebut dan biasanya bersifat genetik atau keturunan," ujar dokter yang juga praktik di RS Puri Indah dan Pondok Indah itu lagi.

Kelainan pada protein di cairan darah yang menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah sering dikaitkan dengan hemofilia. Hemofilia adalah kondisi di mana cairan darah tidak mempunya protein khusus yang membuat pembekuan darah terhambat. Pada hemofilia, pengidap biasanya sering sekali mengeluarkan darah secara tiba-tiba tanpa sebab.

5. Benturan Tak Disadari

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Sadar atau tidak, tertidur atau terjaga, jika kulit terbentur sesuatu yang keras tentunya lebam dan memar adalah reaksi yang wajar. dr Ade mengatakan bahwa salah satu munculnya lebam dan memar ketika bangun tidur adalah benturan yang tidak disadari.

"Benturan tersebut bisa saja terjadi ketika tidur, sehingga ketika bangun baru kita menaydarinya. Sebab lain adalah benturan sebenarnya sudah terjadi ketika kita terjaga atau beraktivitas, namun kita tidak sadar. Begitu besoknya bangun tidur baru sadar deh," tutur dr Ade.

5. Benturan Tak Disadari

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Sadar atau tidak, tertidur atau terjaga, jika kulit terbentur sesuatu yang keras tentunya lebam dan memar adalah reaksi yang wajar. dr Ade mengatakan bahwa salah satu munculnya lebam dan memar ketika bangun tidur adalah benturan yang tidak disadari.

"Benturan tersebut bisa saja terjadi ketika tidur, sehingga ketika bangun baru kita menaydarinya. Sebab lain adalah benturan sebenarnya sudah terjadi ketika kita terjaga atau beraktivitas, namun kita tidak sadar. Begitu besoknya bangun tidur baru sadar deh," tutur dr Ade.

6. Sleepwalking

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Selain tak sadar terbentur ketika tertidur, sebab lain timbul memar dan lebam ketika bangun tidur adalah sleepwalking. Sebab, seseorang yang sedang dalam keadaan sleepwalking tidak akan sadar apa saja yang sudah terjadi pada dirinya.

"Ya bisa saja dia terbentur menabrak kursi atau tempat tidur ketika sleepwalking kan. Jadi begitu bangun kaget ada memar karena semalam terbentur tapi dia tidak sadar," tutur dr Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran.

6. Sleepwalking

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Selain tak sadar terbentur ketika tertidur, sebab lain timbul memar dan lebam ketika bangun tidur adalah sleepwalking. Sebab, seseorang yang sedang dalam keadaan sleepwalking tidak akan sadar apa saja yang sudah terjadi pada dirinya.

"Ya bisa saja dia terbentur menabrak kursi atau tempat tidur ketika sleepwalking kan. Jadi begitu bangun kaget ada memar karena semalam terbentur tapi dia tidak sadar," tutur dr Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran.
Halaman 2 dari 14
dr Ronald Hukom SpPD, KHOM dari RS Kanker Dharmais mengatakan bahwa kondisi pembuluh darah yang lemah dapat menjadi pemicu munculnya memar dan lebam secara tiba-tiba pada tubuh. Ia menuturkan bahwa biasanya kondisi tersebut terjadi pada orang dengan usia 50 tahun ke atas.

Namun tak hanya mereka yang sudah tua yang mempunyai pumbuluh darah yang lemah. dr Ronald mengatakanbahwa kekurangan kalsium, vitamin C, zat besi danmineral lain dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih tipis. Untuk menghindarinya, dr Ronald menyarankan agar mencukupi kebutuhkan mineral dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.

"Kekurangan zat besi diketahui membuat lemas, atau anemia. Padahal tidak hanya itu, kekurangan zat besi juga membuat tubuh jadi lebih mudah lebam dan memar. Jangan lupa pula konsumsi kalsium dan vitamin C yang dapat memperkuat dinding pembuluh darah," urainya.

dr Ronald Hukom SpPD, KHOM dari RS Kanker Dharmais mengatakan bahwa kondisi pembuluh darah yang lemah dapat menjadi pemicu munculnya memar dan lebam secara tiba-tiba pada tubuh. Ia menuturkan bahwa biasanya kondisi tersebut terjadi pada orang dengan usia 50 tahun ke atas.

Namun tak hanya mereka yang sudah tua yang mempunyai pumbuluh darah yang lemah. dr Ronald mengatakanbahwa kekurangan kalsium, vitamin C, zat besi danmineral lain dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih tipis. Untuk menghindarinya, dr Ronald menyarankan agar mencukupi kebutuhkan mineral dan vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh.

"Kekurangan zat besi diketahui membuat lemas, atau anemia. Padahal tidak hanya itu, kekurangan zat besi juga membuat tubuh jadi lebih mudah lebam dan memar. Jangan lupa pula konsumsi kalsium dan vitamin C yang dapat memperkuat dinding pembuluh darah," urainya.

dr Ronald menjelaskan bahwa posisi tidur juga berpengaruh terhadap munculnya lebam dan memar pada tubuh seseorang. Jika seseorang tidak tidur dengan posisi yang baik, bisa saja ada pembuluh darah yang tertekan hingga pecah.

"Jadi lebam dan memar tersebut bisa saja muncul karena pembuluh darah pecah akibat pressure di satu sisi. Misalnya posisi tidurnya kurang baik, hanya miring ke satu sisi, pembuluh darah di sisi tersebut akan tertekan dan akhirnya pecah," ungkap dr Ronald kepada detikHealth.

Hal senada juga diungkapkan oleh pakar tidur dr Andreas Prasadja, RPSGT. Menurutnya posisi tidur yang kurang baik memang dapat menyebabkan terjadinya lebam dan memar pada tangan, kaki, atau paha seseorang.

"Ya memang posisi tidur berpengaruh. Misalnya posisi tidurnya kurang baik sehingga pembuluh darahnya tertekan. Atau tidurnya gerak-gerak sehingga tanpa sadar terbentur ketika tidur," ujar pria yang akrab disapa dr Ade itu.

dr Ronald menjelaskan bahwa posisi tidur juga berpengaruh terhadap munculnya lebam dan memar pada tubuh seseorang. Jika seseorang tidak tidur dengan posisi yang baik, bisa saja ada pembuluh darah yang tertekan hingga pecah.

"Jadi lebam dan memar tersebut bisa saja muncul karena pembuluh darah pecah akibat pressure di satu sisi. Misalnya posisi tidurnya kurang baik, hanya miring ke satu sisi, pembuluh darah di sisi tersebut akan tertekan dan akhirnya pecah," ungkap dr Ronald kepada detikHealth.

Hal senada juga diungkapkan oleh pakar tidur dr Andreas Prasadja, RPSGT. Menurutnya posisi tidur yang kurang baik memang dapat menyebabkan terjadinya lebam dan memar pada tangan, kaki, atau paha seseorang.

"Ya memang posisi tidur berpengaruh. Misalnya posisi tidurnya kurang baik sehingga pembuluh darahnya tertekan. Atau tidurnya gerak-gerak sehingga tanpa sadar terbentur ketika tidur," ujar pria yang akrab disapa dr Ade itu.

dr Ronald mengatakan bahwa jika tubuh kekurangan trombosit, biasanya akan muncul bercak-bercak merah persis seperti gejala penyakit demam berdarah. Bercak tersebut bisa muncul dimana saja pada area tubuh, termasuk tangan, kaki, dan paha. Bercak tersebut ukurannya kecil dan biasanya berjumlah banyak.

"Kalau kurang trombosit itu biasanya kecil-kecil warnanya kemerahan seperti demam berdarah. Kalau lebam dan memarnya besar ya harus dilihat lebih dalam lagi penyebabnya," ujar dokter yang juga praktik di RS Puri Indah dan Pondok Indah tersebut.

dr Ronald mengatakan bahwa jika tubuh kekurangan trombosit, biasanya akan muncul bercak-bercak merah persis seperti gejala penyakit demam berdarah. Bercak tersebut bisa muncul dimana saja pada area tubuh, termasuk tangan, kaki, dan paha. Bercak tersebut ukurannya kecil dan biasanya berjumlah banyak.

"Kalau kurang trombosit itu biasanya kecil-kecil warnanya kemerahan seperti demam berdarah. Kalau lebam dan memarnya besar ya harus dilihat lebih dalam lagi penyebabnya," ujar dokter yang juga praktik di RS Puri Indah dan Pondok Indah tersebut.

Faktor lain yang menyebabkan lebam dan memar adalah kelainan pada plasma atau cairan darah yang menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah. dr Ronald mengatakan bahwa biasanya gangguan tersebut bersifat genetik atau keturunan.

"Faktor lainnya adalah adanya kelainan pada plasma (cairan) darah sehingga ada gangguan pada proses pembekuan darahnya. Hal itu terjadi karena ada protein yang hilang pada susunan plasma tersebut dan biasanya bersifat genetik atau keturunan," ujar dokter yang juga praktik di RS Puri Indah dan Pondok Indah itu lagi.

Kelainan pada protein di cairan darah yang menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah sering dikaitkan dengan hemofilia. Hemofilia adalah kondisi di mana cairan darah tidak mempunya protein khusus yang membuat pembekuan darah terhambat. Pada hemofilia, pengidap biasanya sering sekali mengeluarkan darah secara tiba-tiba tanpa sebab.

Faktor lain yang menyebabkan lebam dan memar adalah kelainan pada plasma atau cairan darah yang menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah. dr Ronald mengatakan bahwa biasanya gangguan tersebut bersifat genetik atau keturunan.

"Faktor lainnya adalah adanya kelainan pada plasma (cairan) darah sehingga ada gangguan pada proses pembekuan darahnya. Hal itu terjadi karena ada protein yang hilang pada susunan plasma tersebut dan biasanya bersifat genetik atau keturunan," ujar dokter yang juga praktik di RS Puri Indah dan Pondok Indah itu lagi.

Kelainan pada protein di cairan darah yang menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah sering dikaitkan dengan hemofilia. Hemofilia adalah kondisi di mana cairan darah tidak mempunya protein khusus yang membuat pembekuan darah terhambat. Pada hemofilia, pengidap biasanya sering sekali mengeluarkan darah secara tiba-tiba tanpa sebab.

Sadar atau tidak, tertidur atau terjaga, jika kulit terbentur sesuatu yang keras tentunya lebam dan memar adalah reaksi yang wajar. dr Ade mengatakan bahwa salah satu munculnya lebam dan memar ketika bangun tidur adalah benturan yang tidak disadari.

"Benturan tersebut bisa saja terjadi ketika tidur, sehingga ketika bangun baru kita menaydarinya. Sebab lain adalah benturan sebenarnya sudah terjadi ketika kita terjaga atau beraktivitas, namun kita tidak sadar. Begitu besoknya bangun tidur baru sadar deh," tutur dr Ade.

Sadar atau tidak, tertidur atau terjaga, jika kulit terbentur sesuatu yang keras tentunya lebam dan memar adalah reaksi yang wajar. dr Ade mengatakan bahwa salah satu munculnya lebam dan memar ketika bangun tidur adalah benturan yang tidak disadari.

"Benturan tersebut bisa saja terjadi ketika tidur, sehingga ketika bangun baru kita menaydarinya. Sebab lain adalah benturan sebenarnya sudah terjadi ketika kita terjaga atau beraktivitas, namun kita tidak sadar. Begitu besoknya bangun tidur baru sadar deh," tutur dr Ade.

Selain tak sadar terbentur ketika tertidur, sebab lain timbul memar dan lebam ketika bangun tidur adalah sleepwalking. Sebab, seseorang yang sedang dalam keadaan sleepwalking tidak akan sadar apa saja yang sudah terjadi pada dirinya.

"Ya bisa saja dia terbentur menabrak kursi atau tempat tidur ketika sleepwalking kan. Jadi begitu bangun kaget ada memar karena semalam terbentur tapi dia tidak sadar," tutur dr Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran.

Selain tak sadar terbentur ketika tertidur, sebab lain timbul memar dan lebam ketika bangun tidur adalah sleepwalking. Sebab, seseorang yang sedang dalam keadaan sleepwalking tidak akan sadar apa saja yang sudah terjadi pada dirinya.

"Ya bisa saja dia terbentur menabrak kursi atau tempat tidur ketika sleepwalking kan. Jadi begitu bangun kaget ada memar karena semalam terbentur tapi dia tidak sadar," tutur dr Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran.

(vit/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads