Ini Teknik AVT untuk Anak Gangguan Dengar yang Bisa Diaplikasikan di Rumah

Ini Teknik AVT untuk Anak Gangguan Dengar yang Bisa Diaplikasikan di Rumah

- detikHealth
Jumat, 02 Mei 2014 16:16 WIB
Ini Teknik AVT untuk Anak Gangguan Dengar yang Bisa Diaplikasikan di Rumah
Salah satu permainan dalam AVT, 'calling name games' (dok: Tiya/detikHealth)
Yogyakarta - Idealnya, terapi mendengar dan berbicara (Auditory-Verbal Therapy) dilakukan terapis bersama orang tua di ruang terapi khusus. Namun keberhasilan terapi ini sejatinya bergantung pada komitmen orang tua untuk mengaplikasikannya di rumah.

Dalam workshop bertajuk 'Kegiatan AVT yang Aplikatif dan Menyenangkan', Eka K. Hikmat, S. Psi, terapis AV (Auditory-Verbal) dari Yayasan Rumah Siput Indonesia, Pusat (Re)habilitasi Pendengaran, menyampaikan ada beragam teknik yang dapat dipakai orangtua untuk mengajari anaknya mendengar dan berbicara.

1. 'Listening stance' atau sikap mendengar
Orang tua/terapis terlihat menunjuk salah satu telinganya, tujuannya untuk mengingatkan anak agar menggunakan indera pendengarannya. Anak juga akan cenderung fokus mendengarkan bila kita memperlihatkan penanda ini. Kemudian barulah orang tua/terapis mengucapkan kata atau bunyi yang akan diajarkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Bernyanyi atau menggunakan lagu

3. 'Bergantian' dan 'joint-attention' atau perhatian bersama pada sesuatu hal yang sedang dibicarakan
Setelah terapis mengucapkan satu kata, gantian orangtua yang diminta mengulang kata yang dimaksud sebelum meminta anak mengucapkannya. Tujuannya agar memudahkan anak mengidentifikasi dan mengingat katanya dulu sebelum ia harus mengucapkan sendiri.

4. Menggunakan 'hand cue' atau kode tangan jika diperlukan di mana tangan kita tutupkan di depan mulut kita atau mulut orang lain yang kita minta berbicara agar anak tidak membaca bibir kita atau sebagai penanda giliran siapa sekarang yang berbicara

5. Berperan sebagai 'komentator radio' atau selalu mengomentari apapun yang anak sedang lakukan atau lihat

6. Penekanan secara akustik, terutama pada kata target yang sedang kita ucapkan.
Ini dilakukan agar anak mudah mengenali suatu kata dan mengingatnya.

7. Memanfaatkan permainan atau mainan anak.
Eka mencontohkan permainan yang disebut 'calling name game'. Dalam permainan ini, anak digendong oleh si ayah dan si ibu coba memanggilnya dari belakang.

Ibu: Dinda~
Ayah: Ayah dengar ibu manggil nama kamu lho (sambil menunjuk telinga)

Tujuannya agar anak tahu atau mendengar panggilan serta mengingat namanya

"Tapi permainannya harus seru ya. Justru makin ekstrim atau makin lebay permainannya, anak akan makin suka dan semangat untuk belajar," imbuh Eka sambil tertawa, dalam workshop yang diselenggarakan Rumah Ramah Rubella tersebut dan ditulis pada Jumat (2/5/2014).



(lil/vit)

Berita Terkait