Menurut keterangan CDC, kasus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) pertama di Amerika itu menimpa seorang pria asal Indiana yang baru-baru ini berkunjung ke Saudi Arabia untuk memberikan layanan kesehatan.
Pada tanggal 24 April 2014, pria yang berprofesi sebagai provider layanan kesehatan itu terbang dari Riyadh dan transit di London lalu ke Chicago. Setelah itu ia mengendarai bis ke Indiana. Indiana State Department of Health melaporkan pria ini mulai memperlihatkan gejala seperti sesak napas, batuk-batuk dan demam tiga hari kemudian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ia harus diberi oksigen tapi tidak membutuhkan ventilator. Akan tetapi virusnya berisiko sangat rendah untuk bisa menyebar karena selama ini MERS memang tidak mudah menular dari satu orang ke orang lainnya," tutur Dr Anne Schuchat dari US Public Health Service seperti dikutip dari CNN, Minggu (4/5/2014).
Tindak lanjutnya, CDC dan Indiana State Department of Health kini tengah membentuk tim investigasi gabungan untuk menyelidiki kasus ini.
"Namun baik CDC, IDPH (Illinois Department of Public Health) dan CDPH (Chicago Department of Public Health) sejauh ini tidak menduga seluruh penumpang yang berada dalam satu penerbangan atau di bis yang sama dengan si pasien akan berisiko karena tampaknya tak ada kontak langsung di antara mereka," ungkap Dr Lamar Hasbrouck, direktur IDPH.
Hanya saja mulai hari Sabtu (3/5) kemarin, CDC berencana akan mengontak mereka agar pemerintah dapat mengantisipasi adanya penularan MERS.
Sebelumnya juga dilaporkan seorang warga negara Indonesia yang tinggal di Jeddah, Saudi Arabia meninggal dunia akibat serangan virus korona. Hal ini tentu ikut menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat Indonesia karena jangan-jangan virus korona yang menjangkiti pasien berinisial NA tersebut sudah menular ke WNI lainnya dan dibawa pulang ke Tanah Air.
Namun Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi memastikan bahwa virus penyebab penyakit MERS itu belum masuk ke Indonesia.
"Alhamdulillah di Indonesia belum ada (MERS-CoV)," terang Menkes usai acara pelantikan pejabat eselon I di Gedung Kementerian Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan baru-baru ini.
(lil/vit)











































