Pemerintah memastikan belum ada kasus posittf MERS-CoV di Indonesia. Hingga April 2014 sudah ada 27 suspek dan semuanya negatif, sedangkan untuk kasus terbaru di Medan belum ada pemeriksaan. Akankah ada yang positif?
Melihat perkembangan kasus di berbagai negara, praktisi kesehatan Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD memperkirakan hal itu hanya soal waktu. Indonesia merupakan pengirim jemaah umrah terbanyak, sehingga risiko untuk tertular patut diperhitungkan.
"Melihat perkembangan saat ini, di mana sudah ada jemaah umrah yang terkena infeksi MERS, cepat atau lambat akan ada jamaah Indonesia yang positif tertular," kata dr Ari dalam emailnya kepada wartawan, seperti ditulis pada Selasa (6/5/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Indonesia, baru-baru ini seorang warga Sumatera Utara meninggal sepulang dari umrah dengan gejala mirip flu. Belum dipastikan apakah yang bersangkutan tertular MERS-CoV karena tidak ada pemeriksaan yang dilakukan.
"Sampai sekarang, berdasarkan pemeriksaan Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), belum ada satupun kasus di Indonesia yang hasil laboratoriumnya positif MERS CoV," kata Kepala Balitbangkes Kemenkes, Prof Dr Tjandra Yoga Aditama, SpP, menanggapi pemberitaan tentang kasus di Sumatera Utara.
(up/vit)











































