Jika Tak Segera Diatasi, JKN Bisa Terbebani Biaya Pengobatan PTM

Jika Tak Segera Diatasi, JKN Bisa Terbebani Biaya Pengobatan PTM

- detikHealth
Selasa, 06 Mei 2014 17:15 WIB
Jika Tak Segera Diatasi, JKN Bisa Terbebani Biaya Pengobatan PTM
foto: Uyung/detikHealth
Jakarta -

Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti kanker, diabetes, hipertensi dan sakit jantung menyebabkan 64 persen kematian di Indonesia. Bahkan di tingkat global, studi World Economic Forum tahun 2011 menunjukkan jika tak dicegah PTM bisa menelan biaya kesehatan sampai US 47 Triliun.

"Oleh karena itu faktor risiko penyakit menular ini harus segera diatasi. Di Indonesia, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan peluang membenahi masalah PTM ini," tutur Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan FKM UI, Prof Dr Hasbullah Thabrany, MPH, Dr.PH.

Pun sebaliknya, menurut Prof Thabrany jika faktor risiko penyakit menular tidak segera diatasi, maka JKN akan terbebani dengan biaya pengobatan. Apalagi di Indonesia, perilaku masyarakatnya sangat rentan terhadap penyakit tidak menular.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut disampaikan Prof Thabrany dalam Diskusi ASEAN Non-Communicable Disease Network di The Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (6/5/2014). Prof Thabrany mencontohkan faktor risiko diabetes yang rentan terjadi pada masyarakat Indonesia.

"Masyarakat kita banyak konsumsi makanan manis, kurang gerak, konsumsi makanan berserat juga kurang karena banyaknya makanan cepat saji. Konsumsi garam terus naik padahal 25 persen penduduk dewasa menderita hipertensi," lanjut Prof Thabrany.

Untuk itulah, Prof Thabrany beserta jajaran kementerian kesehatan, perwakilan dari RS umum dan swasta, asosiasi masyarakat, serta akademisi ikut andil dalam ASEAN NCD Network yang diadakan di tujuh negara di wilayah ASEAN untuk mendiskusikan tantangan dalam mengelola PTM di negara-negara terkait.

"Saling berbagi dengan sesama negara ASEAN, diharapkan negara termasuk Indonesia memiliki cara untuk menghandle PTM dengan memanfaatkan kesempatan mengembangkan teknologi melalui inovasi yang ada sehingga kepedulian terhadap penyakit tidak menular lebih tinggi," kata General Manager Philips Healthcare Indonesia Vincent S.K Chan.

(rdn/vit)

Berita Terkait