Stroke Association UK mengungkapkan mini stroke atau dalam istilah medisnya disebut TIA (transient ischaemic attack) mempunyai gejala yang sangat mirip dengan stroke seperti gangguan bicara. Bedanya, gejala pada stroke mini hanya berlangsung selama beberapa menit saja atau tak lebih dari 24 jam.
Namun dari survei yang mereka lakukan terhadap 670 orang yang pernah mengalami stroke mini diketahui bahwa satu dari tiga orang cenderung mengabaikan stroke mini ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- 47 persen mengatakan gejalanya tak tampak seperti darurat
- 22 persen menelepon 999 (sejenis 911 di Amerika)
- 20 persen mengabaikannya dan akhirnya mengalami stroke besar
Padahal kenyataannya, sebanyak 10.000 kejadian stroke dapat dicegah bila TIA ini teratasi.
"Risiko terbesar menuju stroke besar biasanya muncul hanya beberapa hari setelah stroke mini," tutur kepala eksekutif Stroke Association UK, Jon Barrick seperti dikutip dari BBC, Selasa (6/5/2014).
Akan tetapi bagi kebanyakan orang atau dalam survei ini sebanyak 47 persen, stroke mini tak terlihat seperti keadaan darurat karena gejalanya berlangsung singkat ataupun ringan.
"Ketahuilah tak ada yang dapat disepelekan dari stroke mini. Ini adalah keadaan darurat. Saat gejalanya mulai muncul, Anda harus segera menelepon 999 dan katakan Anda akan segera terkena stroke," tegas Barrick.
Untuk mengecek apakah seseorang terkena stroke atau stroke mini, Anda dapat melakukan tes FAST:
- Facial weakness: apakah si pasien bisa tersenyum? Apakah mulutnya terlihat mulai perot?
- Arm weakness: apakah si pasien dapat mengangkat kedua lengannya?
- Speech problems: Bisakah si pasien berbicara dengan pengucapan yang jelas dan memahami apa yang dibicarakan orang lain?
- Time to call 999: Bila Anda melihat salah satu saja dari ketiga gejala tersebut, segera cari bantuan medis











































