Peneliti Temukan Hormon Kunci di Otak untuk Tingkatkan Kesuburan

Peneliti Temukan Hormon Kunci di Otak untuk Tingkatkan Kesuburan

- detikHealth
Selasa, 06 Mei 2014 17:30 WIB
Peneliti Temukan Hormon Kunci di Otak untuk Tingkatkan Kesuburan
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
London - Ketika pasangan dihadapkan pada masalah kesuburan atau tak kunjung punya anak meski terus mencoba, teknologi medis bisa menawarkan berbagai solusi, di antaranya bayi tabung. Namun baru-baru ini peneliti menemukan alternatif baru untuk meningkatkan kesuburan.

Studi ini terinspirasi dari pengamatan tim peneliti dari Imperial College London terhadap para wanita pengidap hypothalamic amenorrhea (HA) di Inggris.

Mereka memperkirakan 1 dari 100 wanita dan 1 dari 10 atlit profesional Inggris mengidap kondisi ini. Selama ini HA dianggap sebagai salah satu penyakit yang paling sering menghinggapi para atlit. Gejala utamanya adalah berhentinya siklus menstruasi. HA juga banyak dialami wanita yang stres berat atau anoreksia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata ada yang salah pada tubuh wanita-wanita ini. Hipotalamus dalam otak mereka berhenti memproduksi hormon yang berperan penting dalam proses reproduksi dan menstruasi mereka seperti kisspeptin dan luteinising hormone (LH).

"Kisspeptin berfungsi memicu pelepasan LH di dalam otak. Kemudian LH ini mengatur siklus reproduksi wanita, terutama membantu mempersiapkan rahim si wanita agar siap menerima sel telur yang telah dibuahi," terang peneliti.

Bila kadar LH beserta sejumlah hormon reproduksi lainnya di dalam tubuh menurun drastis, maka si wanita akan berhenti memproduksi sel telur dan mengalami menstruasi. Inilah yang diduga peneliti memicu kemandulan.

Cara apa yang ditempuh peneliti? Mereka melibatkan lima wanita pengidap HA berusia antara 24-31 tahun. Setelah itu mereka diberi kisspeptin dan LH dengan konsentrasi yang berbeda selama enam sesi. Kemudian tiap 10 menit sampel darah partisipan diambil untuk mengetahui intensitas pelepasan LH-nya.

Para wanita ini lalu dibandingkan dengan kondisi mereka sebelumnya ketika diberi plasebo. Ternyata penambahan kadar kisspeptin memicu peningkatan kadar LH dalam tubuh partisipan, artinya makin banyak juga LH yang dilepaskan ke darah. Bila otak pasien HA dapat dirangsang agar bisa memproduksi lebih banyak kisspeptin, maka tidak menutup kemungkinan kesuburannya dapat ditingkatkan.

"Meskipun skala studi ini terbilang kecil, tapi kami telah melihat dalam jangka pendek, infusi kisspeptin lewat intravena dengan dosis tertentu dapat mengembalikan jumlah LH yang esensial bagi kesuburan wanita," papar ketua tim peneliti Dr Channa Jayasena seperti dikutip dari BBC, Selasa (6/5/2014).

Dalam jangka panjang, studi ini bisa dipakai sebagai sarana untuk menentukan apakah kisspeptin dapat dipakai untuk mengobati berbagai bentuk kemandulan pada wanita.

"Bila berhasil, ini bisa jadi alternatif untuk bayi tabung," imbuhnya.

(lil/vit)

Berita Terkait