"TB bisa mempengaruhi DM, sebaliknya DM juga bisa mempengaruhi TB," kata dr Rochismandoko, SpPD dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dalam seminar TB dan Asma di RS Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2014).
Meski sama-sama saling mempengaruhi, belum banyak penelitian yang mengamati adanya DM akibat TB. Yang banyak dilakukan saat ini, peneliti mengamati keberadaan TB pada pasien DM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Infeksi TB pada pasien DM banyak terjadi pada paru bagian bawah, sehingga gejalanya tidak terlalu kelihatan," kata dr Rochsis.
Dari berbagai penelitian yang pernah dilakukan, TB dan DM lebih banyak ditemukan pada laki-laki berusia 40 tahun ke atas. Gejala TB juga tergolong ringan dibandingkan pada pasien tanpa DM.
TB dan DM juga lebih banyak muncul pada pasien dengan berat badan normal, yakni 71 persen. Hanya 15 persen yang ditemukan pada pasien obesitas, dan 14 persen pada pasieen over weight.
(up/vit)











































