"Perlu diobati, kalau kita yakini akan menjadi sakit. Biasanya terkait daya tahan tubuh," kata dr Erlina Burhan, SpP dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dalam seminar TB dan Asma di RS Paru Persahabatan, Jakarta Timur, Rabu (6/5/2014).
Kondisi-kondisi yang mengharuskan TB laten diobati, menurut dr Erlina antara lain pada pasien HIV (Human Imunodeficiency Virus). Infeksi tersebut melemahkan daya tahan tubuh, sehingga TB yang tadinya laten, sewaktu-waktu bisa bangkit dan menyebabkan penyakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TB laten adalah infeksi TB yang tidak atau belum menyebabkan sakit. Pada kondisi ini, gejala-gejala TB seperti batuk tidak sembuh-sembuh, berat badan menurun, tidak akan muncul.
Dalam kondisi daya tahan tubuh yang lemah, TB latent sewaktu-waktu bisa aktif dan menyebabkan penyakit. Pengobatan TB yang sudah menyebabkan penyakit dilakukan selama 6 bulan, atau lebih lama bagi yang mengalami resistensi atau kekebalan terhadap obat TB tertentu.
(up/vit)











































