Saat ini, tidak sulit lagi ditemukan berbagai ajang perlombaan lari untuk masyarakat Indonesia, baik itu untuk track 2.5 K, 5 K, hingga 10 K. Sayangnya, banyak pelari, khususnya para pemula, yang masih meremehkan tata cara berlari yang semestinya.
Hal ini diungkapkan oleh dr Hario Tilarso, SpKO, FACSM, dokter spesialis kedokteran olahraga RS Premier Bintaro. Menurut dokter yang akrab disapa dengan dr Hario ini, masih banyak pelari pemula yang belum tahu apa saja yang harus diperhatikan ketika berlari.
"Meski banyak ajang perlombaan lari sekarang, tapi banyak pemula yang masih belum tahu apa saja yang harus dipersiapkan dan bagaimana pelaksanaannya saat berlari," tutur dr Hario saat ditemui pada acara Press Conference Pocari Sweat Run Jakarta 2014 yang diadakan di The Only One Club, fX Lifestyle X'nter, Jl. Jend Sudirman, Jakarta, dan ditulis pada Kamis (8/5/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melanie Putria, artis yang kini juga merupakan seorang pelari, mengakui hal serupa. Bahkan Melanie bercerita bahwa ia pernah melakukan hal tersebut ketika ia baru mengikuti ajang lari 5 K. Melanie mengaku bahwa saat itu ia memang menganggap 5 K merupakan jarak yang pendek sehingga ia tidak mengetahui adanya hal yang harus diperhatikan.
"Padahal saat itu saya masih baru-baru jadi pelari. Terus saya kaget bahwa ternyata 5 K itu berlarinya dengan menggunakan speed yang cepat, beda dengan half marathon atau 10 K. Ya udah akhirnya saya ikutlah dengan speed yang sama, karena takut ketinggalan dengan yang lain kan. Dan jadinya, saya pun melewatkan itu setiap ada hydration point. Akhirnya, saya muntahlah ketika mencapai garis finish," terang wanita yang pernah menjadi Putri Indonesia tahun 2002 ini.
Menilik pengalaman yang diungkapkan oleh Melanie, dr Hario pun menekankan kepada setiap pelari, baik itu yang pemula atau pun yang sudah berpengalaman, untuk selalu memaksimalkan setiap hydration point yang ada di setiap track lomba lari. Hal ini sangat penting mengingat hydration point adalah titik di mana pelari bisa mengisi cairan tubuhnya yang hilang ketika berlari dan mencegah tubuhnya dari dehidrasi. Seperti diketahui, dehidrasi pada tubuh manusia bisa berdampak fatal apabila tidak segera diatasi dengan tepat dan terjadi pada waktu yang lama.
"Kita harus tahu what and how to drink ketika berada di hydration point. Saat kita melihat hydration point, usahakan kita harus selalu minum disana. Berapa banyak? Cukup 1 gelas saja yang biasanya memang berukuran 200 cc. Dan airnya itu mesti dingin ya, jangan yang panas supaya bisa diserap cepat oleh tubuh, sehingga mencegah terjadinya dehidrasi yang lama," ujar dokter yang juga merupakan pelari aktif ini.
(vit/vit)











































