Sebelum penyebaran nyamuk ber-Wolbachia dilakukan, tim peneliti Eliminate Dengue Project (EDP) telah melakukan sosialisasi kepada warga di lokasi penelitian. Lokasi tersebut yakni Desa Kalitirto, Nogotirto, Trihanggo, dan Kronggahan, yang berada di Kabupaten Sleman, serta Singosaren dan Jomblangan yang berada di Kabupaten Bantul. Para warga di enam lokasi tersebut telah mendapat paparan mengenai nyamuk ber-Wolbachia.
Kegiatan pelepasan itu sendiri juga telah mendapatkan persetujuan mayoritas warga Nogotirto dan Kronggahan, wilayah di mana pelepasan tahap awal akan dilakukan. Sebanyak 90% masyarakat di wilayah tersebut menyetujui pelepasan nyamuk ber-Wolbachia di lingkungan mereka. Mereka berharap cara ini kelak dapat menjadi jalan keluar atas kasus demam berdarah yang selalu mendera wilayah mereka dari tahun ke tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Misalnya di Nogotirto, ada lima RT yang melakukan penolakan dan menggunakan jalur hukum untuk melakukan penolakan, dengan menggunakan somasi misanya,” tuturnya ketika berbicang dengan detikHealth, sepeti ditulis pada Kamis (8/5/2014).
Dalam jumpa pers awal Januari lalu, Anto Sudjadi, Kepala Dusun Kronggahan 2, mengatakan bahwa penyebab penolakan warga di desanya bermacam-macam. Beberapa warga mengetahui seluk-beluk nyamuk Aedes aegypti sehingga merasa was-was, beberapa warga bersikeras menolak tanpa alasan yang jelas, sedang sisanya mengerti ketika mendapat sosialisasi tetapi tetap melakukan penolakan.
Meski demikian, dr Doni dan timnya menghormati hak dan keinginan warga. Mereka tidak melakukan pelepasan pada area di mana warga menolak. Bahkan hingga kini, tim mereka tetap melakukan pemantauan untuk menjamin tidak adanya nyamuk ber-Wolbachia yang masuk ke lingkungan tersebut.
"Kami menghormati itu dan di lima wilayah RT tadi kami tidak melakukan pelepasan," tegas dr Doni.
“Sampai saat ini kami juga melakukan monitoring di wilayah RT tersebut, kami tetap melakukan perangkap nyamuk. Tidak ada indikasi bahwa nyamuk ber-Wolbachia itu kemudian establish (menetap) di situ,” sambungnya.
Wolbachia sendiri merupakan bakteri tidak berbahaya yang mampu memperpendek rentang hidup nyamuk Aedes aegypti sekaligus memblokir replikasi virus dengue. Dengan menyuntikkan Wolbachia ke dalam telur nyamuk Aedes aegypti, akan didapatkan nyamuk yang tak bisa menyebabkan demam berdarah pada manusia. Cara ini diharapkan dapat menekan kasus demam berdarah yang terus terjadi setiap tahun.
Namun sebelum hal itu dapat dicapai, para peneliti harus melakukan pelepasan nyamuk di beberapa situs penelitian guna menguji apakah nyamuk-nyamuk tersebut dapat bertahan di populasi alami, mengawini nyamuk setempat, serta melahirkan keturunan ber-Wolbachia. Jika berhasil, jumlah nyamuk ber-Wolbachia akan meningkat dan kasus DBD dapat dipangkas.
(vit/vit)











































