Mengenang Terrie Hall, Perokok Berat yang Lehernya Berlubang

Mengenang Terrie Hall, Perokok Berat yang Lehernya Berlubang

- detikHealth
Jumat, 09 Mei 2014 13:10 WIB
Mengenang Terrie Hall, Perokok Berat yang Lehernya Berlubang
Foto: CNN
Jakarta - Tanggal 31 Mei mendatang diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia. Warga dunia pun diperingatkan untuk menjauhi rokok yang diketahui lebih banyak mendatangkan bahaya kesehatan. Berbicara tentang rokok, ada perempuan yang puluhan tahun akrab dengan barang ini. Dia adalah Terrie Hall. Gara-gara rokok, lehernya bahkan berlubang.

Di usia 13 tahun, Terrie Hall iseng-iseng mencoba merokok. Sempat sakit, ternyata di usia 17 ia mulai hobi ngebul bersama teman-temannya. Akibat kebiasannya itu, Terrie yang kini berusia 51 tahun harus berjuang melawan kanker mulut yang dideritanya.

Dikatakan Terrie, saat mulai merokok ia tak terlalu paham tentang bahaya merokok. Ia pun melanjutkan kebiasaannya sampai berusia 40 tahun di mana dalam sehari, ibu satu anak ini bisa menghabiskan dua pak rokok.

Sampai saat usianya 40 tahun, Terrie didiagnosa kanker mulut oleh dokter gigi hingga ia harus menjalani radioterapi. Saat itu, sakit tenggorokan yang dirasakan Terrie benar-benar menyiksanya dan ia sadar itu semua akibat merokok terlalu banyak. Meski kena kanker mulut, Terry belum bisa jauh dari rokok.

"Bulan Juni tahun 2000 radioterapi selesai dan enam bulan kemudian ada tumor di laring saya. Dokter mengatakan akan menghapus kotak suara saya, ya itu semua karena kanker," kisah Terrie beberapa waktu lalu.

Pasca operasi pengangkatan kotak suara, Terrie harus dirawat beberapa hari di ICU. Ketika sadar, ia merasakan sakit luar biasa. Bahkan saat membuka mulut tidak ada sepatah kata pun yang bisa keluar dari tenggorokannya. Bahkan, ia merasa seperti tidak napas.

Leher Terrie saat ini memiliki lubang yang membuatnya mendapat sebutan laryngectomee. Lubang tersebut digunakan untuk memasang alat guna membantunya bernapas dan bicara. Sejak itulah dia akhirnya berhenti merokok.

Seperti dikutip dari CNN, Jumat (9/5/2014), sejak berhenti merokok, Terrie mulai aktif dalam kegiatan sosial dan advokasi misalnya pergi ke sekolah menengah dan tinggi untuk membicarakan bahaya merokok. Bahkan, putrinya yang berusia 30 tahun sudah berhenti merokok pada Januari lalu.

"Itu membuat saya benar-benar bangga. Saya sudah melakukan hal yang positif yaitu menyelamatkan naywa orang lain yang terjebak oleh kejahatan rokok. Organisasi seperti Survivors and Victims of Tobacco Empowerment juga mengajak saya bekerja sama untuk mengkampanyekan bahaya merokok," imbuh Terrie yang sudah memiliki cucu berusia 10 tahun ini.

"Saya merasa terhormat bisa mengkampanyekan bahaya merokok terutama bagi anak-anak muda. Selama 23 tahun saya merokok dan kanker datang begitu saja, ini bisa terjadi pada kita semua dan ini nyata," ucap Terrie.

Pada musim panas tahun lalu, kanker yang menyerang Terrie merambat hingga otak. Ia menghembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Winston-Salem, di usianya yang ke-53 tahun. Semasa hidupnya Terrie pernah berkata di sebuah wawancara dengan Fox News pada Juli 2012, "Tidak semua orang dapat berjalan-jalan dengan lubang di lehernya. Memang tidak semua perokok mengidap kanker, namun bagaimana pun juga tembakau akan menunjukkan dampaknya suatu hari."

(rdn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads