"Kita dulu kan ada empat provinsi ya di tahun 2013. Tahun 2014 ini sudah kita anggarkan untuk seluruh provinsi di Indonesia sekitar Rp 300 miliar. Tolong masyarakat benar-benar bisa memanfaatkan," ujar Prof Ali, ditemui usai membuka seminar 'Imunisasi untuk Masa Depan Lebih Sehat' yang diselenggarakan di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (9/5/2014).
Menurut Prof Ali, jika pemerintah sudah berkomitmen menyebarluaskan vaksin Pentavalen untuk seluruh penduduk Indonesia dan memberi anggaran besar, sangat disayangkan jika masih ada bayi dan anak yang tidak mendapatkannya.
"Pemerintah sudah komitmen kasih anggaran Rp 300 miliar, kan sayang kalau masih ada yang mis," pungkasnya.
Imunisasi pentavalen ini merupakan kombinasi. Isinya gabungan dari 3 jenis vaksin di antaranya DPT, HB, dan Hib. Nah, Hib atau Haemophillus Influenzae type b merupakan bakteri yang hanya ditemukan pada manusia. Pada bayi dan balita, Hib dapat menyebabkan beberapa penyakit seperti meningitis, epiglotitis, pneumonia, arthritis, selulitis, osteomyelitis, dan bakteriemia.
DPT, HB, dan Hib masing-masing diberikan 3 kali untuk setiap anak, yang berarti jika dijumlah si anak harus disuntik 9 kali. Jika diberi imunisasi pentavalen, anak hanya akan disuntik 3 kali. Karena setiap kali disuntik sudah 'kombinasi' dari ketiga jenis vaksin tersebut.
(ajg/vit)











































